
Mataram, (KabarBerita) – Merespon beragam kritikan terhadap 100 hari kepemimpinan Iqbal-Dinda sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Ketua Komisi I DPRD NTB, Moh. Akri memberikan pandangan kritisnya.
Menurutnya Iqbal-Dinda tidak pernah berjanji atau menargetkan program kerja 100 hari. Selain itu, kata Sekwil PPP NTB ini, 100 hari bukan jadi barometer bagi seorang kepala daerah yang memiliki jabatan kerja selama 5 tahun.
“Apa yang mau ditagih orang nggak pernah berjanji,” kritik Moh. Akri.
Lebih lanjut, Moh. Akri mengatakan 100 hari boleh dijadikan evaluasi namun bukan untuk ditagih. Ia meminta jangan membandingkan Lalu Iqbal dengan gubenrur lain dan hendaknya memberikan kesempatan bagi Lalu Iqbal untuk bekerja mewujudkan visi – misinya.
“Kita lihat dia (gubernur) bekerja dulu, jangan dibandingkan dengan gubernur lain, beda karakter, beda cara,” ujarnya.
Ditegaskan anggota DPRD NTB dapil 7 Lombok Tengah ini, jangan sampai janji kepala daerah ditempat lain lalu dibawa ke provinsi yakni kepada Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
“Ini kan (100 hari) kebiasaan orang yang berjanji. Sehingga muncullah tagihan program yang memang orang berjanji ditempat lain lalu digeret ke provinsi, ke Gubernur NTB Lalu Iqbal,” tandasnya.
Begitu juga lanjut aktivis PMII ini dengan pihak-pihak yang mengatakan Lalu Iqbal sebagai gubernur yang kebanyakan “akan dan akan”. Pandangan itu katanya pelru diluruskan karena tidak elok dengan menjustifikasi 100 hari Lalu Iqbal dikatakan tidak bekerja.
“Saya tidak dalam rangka membela Lalu Iqbal tapi ini kita luruskan supaya kami di DPRD juga bisa mengawasi dengan baik sebagai mitra gubernur. Jangan sampai dengan cara menjustifikasi 100 hari kemudian menagih, itu kan nggak elok juga, kalau pun 100 hari menjadi evaluasi oke-lah tapi memframing Iqbal ini tidak bekerja, tidak ada program nyata itu nggak bisa juga,” pungkasnya.
Ia menyebutkan salah satu langkah terobosan Lalu Iqbal yang perlu diapresiasi di awal pemerintahannya yakni menerapkan sistem meritokrasi dengan mempansel pejabat eselon II, III dan IV. Dari pangkah itu, Moh. Akri meyakini pemerintahan Iqbal-Dinda sudah on the track atau sedang on the way dalam rangka mewujudkan visi-misinya.
“Semua sudah on the track, sedang on the way, sudah melangkah, sedang jalan gitu lo. Iqbal sedang otw, dia sedang jalan,” jelasnya.
Ia pun meminta semua pihak mendukung dan menunggu program-program yang sedang on the way, sedang jalan dan sedang dikerjakan oleh Lalu Iqbal.
“Dan 100 ini bukan barometer untuk kita ukur berhasil atau gagalnya pemimpin itu,” pungkasnya.
“Iqbal hari ini sedang on the track atau sedang otw untuk melaksanakan program. Adapun gubernur yang lama punya karakter dan cara sendiri-sendiri dalam membangun NTB ke depan. Jadi sabarlah,” terangnya.
Penulis : Dedy Supiandi








