Optimalisasi Sempadan Sungai, DPRD Usulkan Taman dan Jalan Inspeksi

Mataram (KabarBerita) – Pasca banjir besar pada 6 Juli 2025, kawasan sempadan sungai di Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Pemerintah diminta lebih tegas dalam menata dan memfungsikan kembali sempadan sungai sebagai jalur inspeksi dan ruang terbuka hijau.

Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram menyoroti maraknya pelanggaran pemanfaatan sempadan sungai. Ketua Fraksi Gerindra, Abd Rachman, menegaskan perlunya pengembalian fungsi sempadan seperti semula, termasuk pembangunan taman lingkungan dan jalur inspeksi. “Pelanggaran di kawasan sempadan semakin banyak. Penataan ulang sangat penting untuk menyelamatkan fungsi sungai,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di sekitar Sungai Ancar yang dinilai cukup memprihatinkan. Banyak warga membangun rumah di bawah batas 15 meter dari bibir sungai, bahkan sebagian pondasi berdiri di atas bronjong sungai.

Fraksi Gerindra mendukung penuh langkah tegas penertiban oleh Pemkot Mataram. “Jangan setengah-setengah. Ini harus dijalankan serius untuk mencegah banjir dan kerusakan lebih parah,” tegasnya.

Anggota Fraksi Gerindra lainnya, H. Muhtar, juga menekankan pentingnya penegakan aturan demi keselamatan bersama. “Aktivitas ekonomi boleh berjalan, tapi jangan sampai melanggar aturan. Banyak sempadan sungai berubah jadi rumah dan lapak jualan,” ucapnya.

Ia menyoroti kasus di kawasan Kebon Duren, di mana bangunan semi permanen seperti warung dan bengkel hancur tersapu banjir. “Alasan ekonomi tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melanggar aturan,” tambahnya.

Muhtar meminta pemerintah melakukan verifikasi status lahan di sempadan sungai. Jika tidak memiliki legalitas, maka langkah penertiban sah dilakukan. Namun demikian, ia mendorong pemerintah untuk menyediakan solusi bagi warga terdampak. “Pemkot bisa siapkan lapak portable yang tidak melanggar aturan dan mudah dipindahkan,” sarannya.

Fraksi Gerindra juga mendorong agar kawasan eks bangunan liar dikembalikan ke fungsi alaminya sebagai ruang terbuka hijau. “Bangun taman kota di sepanjang sempadan sungai agar tidak muncul lagi bangunan liar yang lama-lama jadi permanen dan sulit ditertibkan,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Mataram(KabarBerita)– Keberagaman yang menjadi wajah Kota Mataram kembali ditegaskan sebagai modal utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai agama, suku, ras, dan…

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Mataram(KabarBerita)– Isu LGBT kembali menjadi perhatian di Kota Mataram. Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi NasDem, Sitti Fitriani Bakhresyi, menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat tidak cukup…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Moderasi Beragama Jadi Fondasi Harmoni di Tengah Kemajemukan Kota Mataram

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Patuhi Arahan KPK, Disdik Mataram Perketat Transparansi SPMB 2026/2027

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Isu LGBT Mencuat di Mataram, Sitti Fitriani Dorong Edukasi dan Penguatan Ketahanan Keluarga

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Reses di Komunitas Hindu, Lalu Pelita Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Mayura Heritage Yoga Campaign, Memadukan Kebugaran dan Pelestarian Warisan Budaya Mataram

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan

    Kemenag NTB Gandeng Pemprov NTB, LPA, dan APH Bentuk Satgas Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan