4 Kloter Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci, Kloter 5 Bima Menyusul

MATARAM | KabarBerita – Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) NTB menyampaikan hingga saat ini sudah ada 4 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan ke tanah suci Makkah. 4 kloter yang sudah diberangkatkan yakni kloter 1 Kabupaten Lombok Barat, kloter 2 Kabupaten Lombok Tengah, kloter 3 Kota Mataram dan kloter 4 Kabupaten Lombok Timur.

“Selanjutnya nanti (Selasa 6 Mei) akan masuk kloter 5 yaitu dari Kabupaten Bima,” kata Kakanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz dalam konferensi persnya, Senin (5/5).

Dalam kesempatan ini, Zamroni juga menyinggung isu-isu yang beredar di berbagai media sosial dan media massa terkait kloter 1 yang di berangkatkan tanpa tenaga kesehatan (Nakes). Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya telah memberangkatkan tenaga kesehatan dengan dititipkan di kloter 2.

“Jadi kami titip tenaga kesehatan kloter 1 itu dikloter 2 karena terkendala visa kemarin,” terangnya.

Zamroni juga menyampaikan di kloter 1 itu juga terdapat jamaah yg berprofesi sebagai dokter dan ada juga perawat.

“Jadi kami menitipkan jamaah sampai Madinah untuk di koordinasi oleh pak dokter dan kami juga telah menyiapkan persediaan obat-obatan di kloter 1 yang jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa digunakan,” terangnya.

Terkait isu lainnya yang terjadi di kloter 2 yang dikatakan 52 jamaah gagal berangkat. Iamenegaskan bahwa itu bukan gagal berangkat tapi tertunda keberangkatannya dan kloter tersebut akan berangkat pada pemberangkatan selanjutnya.

Termasuk juga soal visa dari 52 jamaah itu. Zamroni memastikan saat ini tersisa tinggal 6 visa dari 51 jamaah itu.

“Jadi mohon do’a dari kita semua supaya dipermudah, karena kami dan tim PPIH dan Nakes sudah ikhtiar secara maksimal, kami akan memberikan pelayanan terbaik,” terangnya.

Zamroni juga menyampaikan pihaknya sudah memberikan himbauan jauh hari sebelumnya kepada para KBIH supaya tidak terlalu cepat membawa jamaah ke Asrama haji sebelum visa jamaah di terbitkan karena ini bisa menimbulkan kesalahpahaman terhadap jamaah dan bisa menimbulkan opini-opini yang tidak baik.

“Himbauan kami kepada para KBIH jangan bawa jamaah sebelum visa keluar karena bisa menimbulkan asumsi yang salah di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Wira Surya

Related Posts

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

TGH. Khairi Habibullah salah satu pengasuh di Ponpes Nurul Haramain NWDI Narmada Lombok Barat (foto:Dedy/kabarberita)   Mataram (KabarBerita) — Pemerintah Provinsi NTB bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB dan…

Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

Mataram (Kabarberita) – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Baihaqi, menyatakan bahwa Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) menjadi momentum penting untuk mematangkan seluruh tahapan pelaksanaan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora