
LOMBOK UTARA (KabarBerita)-Dalam rangka pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports Konservasi Bahari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok salurkan sejumlah bantuan berupa parahu motor oprasional kepada kelompok Turtle Conservation Community (TCC) di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Kamis (23/7/2026).
Disamping penyaluran bantuan tersebut, dilaksanakan juga kegiatan melepaskan tukik atau anak penyu sebanyak 150 ekor hasil penangkaran dari TCC Nipah dalam rangka penyelamatan ekosistem laut sekaligus sebagai upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian penyu di perairan Pantai Nipah.
General Manager Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok Aidhil Philip Julian menyampaikan, bahwa melalui program CSR InJourney Airports Konservasi Bahari yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen InJourney Airports dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang ke 14 atau tujuan pembangunan yang bersifat lingkungan kelautan. “Bagi kami, aviasi bukan berarti kami melupakan darat atau laut. Tujuan pembangunan berkelanjutan dalam karangka kelautan ini merupakan implementasi dari Asta Cita ke delapan,”katanya saat memberikan sambutan.
Dikatakan juga, InJourney Airports merupakan eksekutor dari program pemerintah yang wajib untuk berkomitmen dalam melaraskan, lingkungan, alam, budaya melalui konservasi bahari. “Tahun lalu kami juga telah menyalurkan satu unit kapal patroli pesisir. Kapal ini tidak hanya untuk digunakan patroli tapi digunakan untuk mendorong perekonomian setempat. Saya titip kapal ini Pak Ketua TCC supaya masyarakat dan wisatawan merasakan apa yang bapak-bapak capai dalam kegiatan konservasi di pantai Nipah,”katanya seraya menitip pesen.
Aidhil sapaan akrab menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dalam program InJourney Airports Konservasi Bahari ini sebagai bentuk komitmennya. Tidak hanya mengurus soal bandara saja, namun juga sangat perduli soal lingkungan. “Program Konservasi Bahari yang kami laksanakan ini, khususnya untuk transplantasi terumbu karang, kemudian juga soal sarana prasarana yang terkait edukasi dan yang ketiga kelengkapan boet (perahu),”tegasnya.
Ia yakin atas dukungan kelengkapan sarana dan prasarana untuk aktivitas konservasi tempat persemaian penyu akan memberikan edukasi yang lebih baik dalam menambah keindahan pulau Lombok yang harus tetap dijaga. Sebab menurutnya, keindahan Lombok tidak hanya berasal dari sang pencipta, melainkan juga atas campur tangan manusia untuk tetap melestarikan pulau Lombok. “Kami sangat berharap, kedepan program-program berkelanjutan InJourney Airports tidak hanya menyentuh kegiatan konservasi bahari tetapi akan menyentuh konservasi lain yang berkaitan dengan penyelarasan, lingkungan, alam dan budaya,”tutupnya seraya berharap.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Regional II PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Wahyudi juga berharap dengan program yang dilaksanakan ini dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk menjaga dan melestarikan lingkungan ekosistem, khususnya yang berkaitan konservasi kelautan. “Kami sangat berharap dengan program ini, dimana kita telah memberikan satu unit kapal (parahu) seharga Rp 100 juta. Ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan, ekosistem terkait dengan budidaya karang ataupun cluster yang ada disekitar desa yang indah ini,”harapnya.
Sebelumnya, Ketua TCC Pantai Nipah, Lombok Utara, Fikri menyampaikan terimaksih atas penyaluran bantuan yang dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok melalui program InJourney Airports Konservasi Bahari. “Kami berharap dan berdoa dengan pemberian bantuan ini, mudah-mudahan kedepan perusahaan PT Angkasa Pura Indonesia jauh lebih sukses dan lebih berkembang,”pintanya serapa berhadap dan berdoa. (red).







