Pemprov NTB dan MGPA Gelar Rapat Awal Persiapan MotoGP 2025

Mataram, (KabarBerita) – Persiapan awal dalam penyelenggaraan gelaran Moto Grand Prix (GP) sudah berlangsung baik, tinggal menunggu langkah selanjutnya.

Hal itu, disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri yang mewakili Gubernur seusai rapat di Ruang Hajar Aswad Bank NTB Syariah, Senin kemarin (8/9).

“Ini rapat koordinasi awal, akan kita perdalam lagi nanti di rapat lanjutan, sesuai dengan bidang-bidang yang menangani berbagai persiapan,” ucap Wagub NTB ini.

Umi Dinda sapaan akrabnya  juga menambahkan bahwa pada pertemuan yang berlangsung di Bank NTBS itu dihadiri oleh semua Pemerintahan yang ada di NTB terutama sekali Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang nantinya akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar event ini. Dirinya juga berharap supaya peran aktif dari masyarakat sekitar untuk mensupport event akbar ini.

“Jadi Hari ini menghadirkan keterwakilan dari Kabupaten yang ada di pulau Lombok, terutama sekali Lombok Tengah sebagai tempat dilaksanakannya MotoGP, Tugas Lombok Tengah tentunya keterlibatan masyarakatnya lebih banyak, kemudian dukungan untuk kegiatan UMKM dan sebagainya, terutama sekali kesiapan masyarakat yang berada di lokasi sirkuit mandalika,”imbuhnya.

Sementara itu Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Selaku Panitia event akbar ini melalui CEOnya Priandi Satria mengatakan bahwa Persiapan race selalu siap, non race sudah berjalan, dan koordinasinya tinggal yang kecil-kecil, seperti menggelar kegiatan parade sepeda di Kota Mataram, tinggal memastikan titik keamanan, bantuan dari polisinya, titik-titik rawan dimana, dan kontra flownya.

“Semuanya berjalan sudah sebagaimana seharusnya Rencananya hari Kamis sebelum ajang balap motogp sudah siap semua,”tutur Andi.

Terkait dengan Tiket, Andi selaku CEO mengatakan bahwa target masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu 121 Ribu tiket yang disiapkan, dan ia bersama tim masih gencar-gencarnya melakukan penjualan baik yang dilakukan di daerah maupun yang ada di pusat, dan untuk informasi sampai saat ini baru 30% yang sudah terjual untuk tiket motoGP.

“Tiket maksimal kita usaha, baik di jakarta maupun di sini, untuk yang disini sudah ada di mall Epicentrum, (Tiket) jumlah detailnya 20/30 persen yang sudah terjual, biasanya di detik-detik terakhir baru meningkat, dan untuk total Sama seperti tahun lalu 121 ribu tiket,”tutup Andi. (red)

Related Posts

Santai di Pendopo NTB, Pemerintah Serius Mengurus Gizi Generasi Bangsa

Penerima Manfaat Program MBG di NTB Mencapai 1.832.808 Orang MATARAM (KabarBerita)— Di tengah suasana santai makan siang dengan suguhan khas Lombok, percakapan tentang negara dan kewajibannya kepada rakyat mengalir hangat…

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram

MATARAM (KabarBerita) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Haris Karnain berikan penjelasan terkait pemanggilan dirinya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram beberapa waktu lalu. ” Jadi hal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Santai di Pendopo NTB, Pemerintah Serius Mengurus Gizi Generasi Bangsa

Santai di Pendopo NTB, Pemerintah Serius Mengurus Gizi Generasi Bangsa

Melepas Masa Lajang Lewat Tradisi Merangkat, 99 Ayam Kampung Jadi Simbol Kebersamaan Masyarakat Sasak

Melepas Masa Lajang Lewat Tradisi Merangkat, 99 Ayam Kampung Jadi Simbol Kebersamaan Masyarakat Sasak

BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

Jelang Iduladha, Distan Mataram Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Jelang Iduladha, Distan Mataram Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Wagub NTB Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra di Forum MPU 2026 

Wagub NTB Tegaskan Kekuatan Bali–Nusra di Forum MPU 2026 

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram

Ketua PMI Lobar, Haris Karnain Bantah Soal Dugaan Korupsi Rp 150 Juta Pasca Dipanggil Kejari Mataram