
Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram melaksanakan Provisional Hand Over (PHO) proyek pembangunan Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Gajah Mada, Senin (29/12).
Proses serah terima sementara tersebut dilakukan lebih cepat dari jadwal kontrak, menyusul rampungnya seluruh pekerjaan fisik bangunan. Padahal, berdasarkan kontrak kerja, masa pelaksanaan proyek masih berlangsung hingga 31 Desember 2025.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa percepatan PHO dilakukan setelah tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan seluruh item pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis serta standar mutu yang ditetapkan.
“Secara fisik hasil pekerjaan sudah sesuai. Tidak ada catatan minor dari hasil pekerjaannya. Mungkin hanya ada bagian yang masih perlu dirapikan, tetapi dari segi volume semua sudah terakomodir dan sudah 100 persen,” ujarnya.
Meski PHO telah dilakukan, Lale menegaskan bahwa penyempurnaan pekerjaan masih dapat dilakukan, mengingat masa kontrak belum berakhir. Ia optimistis seluruh proses dapat dituntaskan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Insyaallah masih bisa dikejar sebelum kontrak berakhir. Kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Lalu M. Iqbal. Ia menilai, secara visual tidak ditemukan persoalan berarti pada bangunan, sementara progres pekerjaan telah mendekati sempurna.
“Secara tampilan tidak ada masalah, volume pekerjaan juga sudah hampir 100 persen. Tinggal sedikit perapian saja, persentasenya hanya sekitar 0,00 sekian persen,” jelasnya.
Dengan rampungnya pembangunan tahap pertama ini, proyek pembangunan Kantor Wali Kota Mataram akan dilanjutkan ke tahap kedua dan ketiga. Total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp200 miliar, yang akan dikerjakan dengan skema multiyears hingga tahun 2028 mendatang.






