
Mataram(KabarBerita) – Pembangunan Pasar Ikan Bersih di kawasan Bintaro, Kota Mataram, kembali berlanjut tahun ini. Namun, proyek yang sudah berjalan sejak 2024 itu menuai sorotan karena hingga memasuki tahun ketiga, fasilitas pasar tersebut belum juga tuntas dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang.
Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Bachtiar Yulianto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini pemerintah kembali melanjutkan pembangunan dengan fokus pada pengatapan seluruh lapak pasar ikan.
Menurut Bachtiar, saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan perencanaan sebagai dasar pelaksanaan tender proyek. Proses tender ditargetkan bisa dilakukan pada Juni mendatang.
“Sekarang sedang dalam proses perencanaan untuk pengatapan semua lapak Pasar Ikan Bersih di kawasan Bintaro. Estimasinya tender bisa dilakukan bulan Juni,” ujarnya.
Untuk pembangunan atap lapak tahun ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp900 juta. Pengerjaan fisik diperkirakan dapat berjalan relatif cepat karena menggunakan konstruksi rangka baja.
Meski demikian, lambannya penyelesaian proyek ini menjadi catatan tersendiri. Pasar ikan yang dirancang sebagai lokasi relokasi pedagang dari kawasan Kebon Talo, Ampenan Utara, hingga kini belum juga siap digunakan meskipun pembangunan telah dimulai sejak 2024.
Bachtiar menegaskan, relokasi pedagang menjadi prioritas utama. Ia menargetkan pedagang yang saat ini masih berjualan di lahan Kebon Talo dapat dipindahkan ke lokasi baru di Bintaro pada akhir tahun ini, setelah pengatapan lapak selesai.
“Yang penting sekarang bagaimana pedagang ikan di Kebon Talo bisa pindah dulu ke lokasi baru di Bintaro. Tahun ini kami targetkan bisa pindah, kemungkinan akhir tahun setelah pengatapan lapak tuntas,” jelasnya.
Namun, pengatapan lapak bukanlah tahap akhir dari pembangunan pasar tersebut. Pemerintah masih harus menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penyempurnaan atap untuk keseluruhan area pasar, yang baru direncanakan dikerjakan pada tahun depan.
Artinya, meski telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut, proyek Pasar Ikan Bersih Bintaro masih membutuhkan waktu tambahan untuk benar-benar selesai dan berfungsi maksimal.
Sebagai informasi, pembangunan Pasar Ikan Bersih Bintaro dimulai pada 2024 dengan anggaran sekitar Rp400 juta. Pada 2025, proyek kembali dilanjutkan dengan besaran anggaran yang hampir sama. Memasuki 2026, pemerintah kembali menggelontorkan anggaran yang lebih besar, yakni sekitar Rp900 juta, khusus untuk pengatapan lapak.
Ke depan, pasar ini direncanakan terintegrasi dengan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang berada di sisi pasar dan saat ini tengah dibangun oleh pemerintah pusat. Integrasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.





