
Mataram(KabarBerita) – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Zia Urrahman, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintah Kota Mataram yang resmi mempermanenkan kebijakan program lima hari sekolah mulai tahun ajaran mendatang.
Menurut Zia, keputusan tersebut layak diterapkan secara permanen setelah melihat hasil uji coba yang telah berlangsung sebelumnya. Ia menilai, banyak keunggulan yang dirasakan baik oleh siswa, guru maupun wali murid selama kebijakan lima hari sekolah diterapkan.
Zia menjelaskan, salah satu manfaat utama dari kebijakan lima hari sekolah adalah bertambahnya waktu bagi kegiatan ekstrakurikuler siswa. Dengan adanya penambahan jam belajar sekitar dua jam setiap harinya, sekolah memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekskul.
“Dengan penambahan waktu belajar sekitar dua jam, otomatis waktu untuk kegiatan ekstrakurikuler juga bertambah. Ini sangat baik untuk pengembangan minat, bakat dan potensi anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, kebijakan lima hari sekolah juga dinilai mampu memperkuat hubungan antara anak dan keluarga. Hari Sabtu yang tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar di sekolah menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama secara lebih berkualitas.
Menurut Zia, waktu luang di akhir pekan dapat dimanfaatkan orang tua untuk memantau perkembangan pendidikan anak sekaligus membangun komunikasi yang lebih intens dalam keluarga.
“Waktu kosong di hari Sabtu bisa dimanfaatkan untuk kebersamaan keluarga. Orang tua punya kesempatan lebih untuk mendampingi anak, sekaligus memantau perkembangan pendidikan mereka di rumah,” katanya.
Ia juga menilai, kebijakan ini memberikan ruang bagi anak-anak yang terbiasa membantu orang tua, terutama dalam kegiatan ekonomi keluarga. Dengan adanya waktu luang di akhir pekan, anak-anak dapat membantu orang tua berjualan atau pekerjaan lainnya, yang pada akhirnya membentuk karakter kemandirian dan kepedulian terhadap keluarga.
“Banyak anak yang memanfaatkan waktu libur di hari Sabtu untuk membantu orang tuanya. Ini membentuk karakter anak agar lebih mandiri dan peduli terhadap keluarga,” jelasnya.
Tak hanya itu, program lima hari sekolah juga dinilai mampu menekan penggunaan gawai berlebihan di kalangan siswa. Dengan durasi kegiatan di sekolah yang lebih panjang, waktu luang anak untuk bermain gawai menjadi lebih terbatas.
Zia mengungkapkan, berdasarkan dialog yang dilakukannya dengan sejumlah wali murid, mayoritas memberikan tanggapan positif terhadap penerapan lima hari sekolah. Para orang tua merasa lebih tenang karena waktu pulang sekolah anak hampir bersamaan dengan jam pulang kerja mereka.
“Dari dialog dengan wali murid, mereka sangat mendukung program lima hari sekolah. Sebelum kebijakan ini, anak-anak sering pulang lebih awal sementara orang tua masih bekerja, sehingga pengawasan menjadi minim dan anak lebih banyak bermain gawai. Sekarang, jam pulang sekolah hampir sama dengan jam pulang kerja orang tua,” ungkapnya.
Selain wali murid, tanggapan positif juga datang dari kalangan tenaga pendidik. Para guru, kata Zia, merasa lebih nyaman menjalankan tugas mengajar karena memiliki waktu yang lebih longgar untuk menyiapkan bahan ajar untuk pekan berikutnya.
“Guru juga merasa lebih enjoy karena ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan materi pembelajaran. Ini tentu berdampak pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya.





