Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

Lombok Barat(KabarBerita) — Abrasi pantai kembali menghantam pesisir Batulayar, Lombok Barat. Gelombang laut yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menggerus bibir pantai Desa Meninting, menyisakan tebing pasir curam dan menyulitkan aktivitas nelayan untuk melaut.

‎Namun di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan warga pesisir tak surut. Pada Jumat sore (16/1), para nelayan Desa Meninting memilih bergerak secara mandiri. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong meratakan kembali pasir pantai yang tergerus abrasi, agar perahu-perahu bisa kembali diturunkan ke laut.

‎Tak hanya kaum pria, suasana gotong royong itu juga melibatkan anak dan istri nelayan. Pemandangan tersebut menjadi potret keteguhan keluarga nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

‎“Sudah hampir sepekan kami tidak melaut. Kalau pantai tidak diratakan, perahu tidak bisa turun. Mau tidak mau kami kerjakan bersama-sama,” ujar Sudirman sambil terus mengayunkan cangkulnya.

‎Abrasi yang terjadi membuat kontur pantai berubah drastis. Pasir terbelah membentuk dinding setinggi lebih dari satu meter di sepanjang garis pantai. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga mengancam keselamatan perahu dan nelayan.

‎Bagi warga Meninting, laut bukan sekadar ruang kerja, melainkan sumber kehidupan. Karena itu, meski tenaga dan alat terbatas, mereka memilih bergandengan tangan menghadapi dampak abrasi sembari berharap cuaca segera membaik.

‎“Kalau sudah bisa melaut lagi, alhamdulillah. Yang penting hari ini pantai bisa dipakai dulu,” tutur Darlan.

‎Aksi gotong royong ini menjadi cermin kearifan dan ketangguhan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana alam. Di tengah ancaman abrasi yang terus berulang, nelayan Meninting tetap bertahan, menjaga harapan agar roda kehidupan di tepi pantai tetap berputar.

  • Related Posts

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenal Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Anggaran BBM Terancam Habis November, DLH Mataram Ajukan Tambahan Rp1,4 Miliar

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota

    Gufron Semprot PUPR Mataram Soal Reklame Bodong, Sebut Bocorkan PAD dan Rusak Wajah Kota