
LOMBOK BARAT (KabarBerita)-Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Lombok Barat sejak pukul 01.00 WITA pada Rabu (21/1/2026) dini hari
Peristiwa tersebut menyebabkan bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Labuapi dan Kecamatan Sekotong sekitar pukul 02.00 WITA.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Sadimin, menyampaikan laporan terkini atas peristiwa yang melanda dua kecamatan di bumi Putuh Patuh Pathul Lombok Barat. Lokasi kejadian Kecamatan Labuapi tepatnya di Desa Perampuan (BTN Pepabri). Sementara di Kecamatan Sekotong terjadi di empat desa yakni, Desa Sekotong Tengah, Desa Cendi Manik, Desa Taman Baru, Desa Persiapan Blongas.
Sadimin membeberkan dampak bencana banjir yang melanda dua kecamatan tersebut, di Kecamatan Labuapi, Desa Perampuan (BTN Pepabri) 22 KK terdampak dan 22 Unit rumah terendam. Sedangkan di Kecamatan Sekotong yang terjadi di empat desa masih dalam tahap assesment. “Kebutuhan mendesak, bantuan tanggap darurat, logistik tanggap darurat dan bantuan Air bersih,”beber Sadimin mantan Kepala Dinas PUPR NTB dalam laporannya yang diterima KabarBerita pada Rabu (21/1/2026) siang.
Disampaikan upaya yang dilakukan, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Lombok Barat dan stakeholder terkait. Sementara, tim anggota TRC BPBD Kabupaten Lombok Barat melakukan assesment dampak bencana ke lokasi. Sedangkan, Pemerintah Desa (Pemdes) membuka dapur umum di Kantor Desa Perampuan. Membuka posko di Kantor desa Perampuan. Dan melakukan pelaporan dan diseminasi dampak kejadian bencana. “BPBD Provinsi NTB melakukan pengiriman air bersih ke desa persiaan blongas untuk kebutuhan masyarakat terdampak,”tambahannya.
Penanganan melibatkan, BPBD Provinsi NTB BPBD Kabupaten Lombok Barat, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, Aparatur Desa/Kecamatan, Stakholder terkait lainnya dan masyarakat setempat. “Kondisi saat ini, banjir berangsur surut,”kata Sadimin dalam laporannya.
Sadimin juga menghimbau, saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya. Sehingga adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di dasarian III Januari 2026. “Masyarakat diharapkan harus mewaspadai potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba,”harapnya. (red).







