
Lombok Tengah, (KabarBerita) — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Hj. Lale Syifaun Nufus hadir ditengah bencana banjir yang menerjang empat Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (25/2).
Anggota Komisi VIII DPR RI itu hadir dengan membawa sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak. Seperti paket makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut dan sejumlah peralatan dapur keluarga.
“Alhamdulillah dengan menggandeng mintra BNPB dan Kemensos RI kami turun menyalurkan bantuan kepada warga,” kata Hj. Lale Syifa saat dihubungi media ini, Kamis (26/2).
Bantuan yang disalurkan itu diharapkan bisa meringankan beban warga yang terdampak, apa lagi banjir kali ini terjadi ditengah warga sedang menjalankan ibadah puasa 1447 Hijriah.
“Semoga bisa bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.
Srikandi partai Gerindra ini berkomitmen untuk terus mengupayakan bantuan kepada warga Lombok yang terdampak banjir longsor, sesuai dengan tugasnya di Komisi VIII yang berfokus pada kerukunan sosial dan perlindungan hak perempuan dan anak.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah bencana pada 25 Februari 2026, dirinya langsung turun ke lokasi yakni di wilayah Pujut untuk mengecek kondisi dan kebutuhan warga.
“Kita bersyukur bantuan ini langsung bisa kita salurkan. Saya juga akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait,” tambah cucu Maulanasyaikh TGKH. Zainudin Abdul Majid ini.
Diketahui bencana banjir dan longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Lombok Tengah telah mengakibatkan ribuan warga terdampak. Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Lombok Tengah sejak hari Selasa (24/2) kian meluas.
Selain banjir dan tanah longsor, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung juga dilaporkan menyebabkan kerusakan rumah dan bangunan warga.
Berdasarkan informasi yang disampaikan BPBD Provinsi NTB pada Rabu (26/2) hingga pukul 16.30 WITA mencatat, banjir berdampak di sejumlah Kecamatan, yakni Pujut, Janapria, Praya Timur, dan Praya Barat.
Di Kecamatan Pujut, banjir merendam Desa Kuta dengan 20 kepala keluarga terdampak dan Desa Pengembur sebanyak 64 kepala keluarga.
Dampak lebih besar terjadi di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, dengan 234 kepala keluarga terdampak banjir. (Red)







