
MATARAM (KabarBerita)-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB drg. Asrul Sani menegaskan jika sisa hutang pada instansi yang dipimpinnya akan dilunaskan dalam waktu dekat.
“Insyaallah secepatnya kita tuntaskan (sisa utang). Mungkin dalam satu bulan ini atau bulan depan mungkin bisa kita lunasi,” ujarnya, usai mengikuti sidang Paripurna DPRD NTB, pada Selasa (21/04/2026) di Area Kantor Gubernur.
Asrul Sani juga menyampaikan bahwa sisa hutang yang masih belum terbayarkan sekitar Rp 40 miliar lebih, namun sisa hutang ini sudah ada komitmen bersama untuk segara dituntaskan. Terlebih awalnya besaran hutang berjumlah Rp 91 miliar namun sebagai besar sudah dibayarkan. “Total hutang sekitar Rp 91 miliar, tinggal sisanya Rp 40 miliar lebih. Ada kebijaksanaan dari beberapa penyedia sehingga bisa disesuaikan,”ucapnya.
Ia juga menjelaskan jika target pelunasan akan segera diselesaikan dengan target lebih cepat lebih baik, dengan obat-obatan menjadi penyumbang hutang terbesar di RSUD Provinsi NTB. “Semakin cepat semakin baik. Kita kan banyak hutang di obat-obatan,”jelasnya.
Dikatakannya juga bahwa target satu bulan kedepan semua hutang yang ada di RS akan dilunasi, dengan mengumpulkan dari berbagai sektor yang ada disana, sehingga memungkinkan dana tersebut cepet terkumpul. Dan hutang cepet terbayarkan. “Ya artinya tinggal kita lunasi Insya Allah satu bulan ini atau bulan depan kita akan lunasi,”tambahnya.
Ia merincikan ada beberapa sektor yang diharapkan untuk berkontribusi lebih dalam pelunasan hutang. Yakni dengan mengoptimalkan pendapatan diberbagai bidang seperti, anggaran rumah sakit, anggaran BLUD (sumber pembayaran) serta dari klaim jasa pelayanan, baik bersumber dari BPJS maupun umum. “Kami melakukan kontrol yang baik, betul-betul menghitung ya kebutuhan yang ada di rumah sakit, sehingga bisa direalisasi dengan baik,” pungkasnya. (Wira/red).





