Air Tak Mengalir, Tagihan Membengkak, DPRD Semprot’ PT Air Minum Giri Menang

Mataram(KabarBerita) – Komisi II DPRD Kota Mataram kembali memanggil Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM), H. Sudirman, untuk dimintai penjelasan terkait keluhan warga soal kenaikan tarif air yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas layanan. Warga mengeluh, tarif terus melonjak, sementara air kerap macet bahkan tak mengalir sama sekali.

‎Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, membuka rapat dengan memberi kesempatan kepada anggota komisi membeberkan beragam aduan masyarakat. Salah satunya disampaikan anggota Komisi II, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, yang menyoroti tagihan air rumah tangga yang membengkak tanpa aliran air yang memadai.

‎“Ada warga kami di Cakranegara tagihannya tembus Rp1,7 juta sebulan, padahal airnya tidak pernah mengalir. Kayak air kencing ikan, kecil sekali,” kesal Hari Sudana di ruang rapat DPRD, Senin (20/10).

‎Pemanggilan kedua terhadap Direktur PT AMGM itu dinilai belum menghasilkan solusi konkret. Jajaran manajemen tetap bergeming dan menegaskan bahwa kenaikan tarif sudah sesuai prosedur. Padahal, menurut anggota dewan, pelayanan PT AMGM di Kota Mataram semakin memburuk di tengah bertambahnya jumlah pelanggan.

‎Politisi Partai Demokrat itu meminta manajemen segera menyiapkan langkah nyata untuk mengatasi krisis air bersih yang kian parah. “Jangan terus bersembunyi di balik alasan debit air menurun. Masyarakat butuh air bersih, bukan alasan klasik,” tegasnya.

‎Hal serupa juga dilontarkan anggota Komisi II lainnya, Misban Ratmaji. Ia mengungkapkan banyak warga Ampenan mengeluh lantaran harus membayar mahal meski suplai air sangat minim.

‎“Ada warga yang tadinya bayar Rp75 ribu, bulan berikutnya melonjak jadi Rp375 ribu. Airnya pun tidak penuh. Ini bukti rekeningnya kami bawa,” ujar Misban sambil menunjukkan dokumen tagihan pelanggan.

‎Ia menegaskan agar PT AMGM tidak memprioritaskan pelanggan di Lombok Barat semata, mengingat sebagian besar infrastruktur jaringan di Kota Mataram sudah lama terpasang dan harusnya mampu menjamin layanan lebih baik.

‎Menanggapi berbagai kritik, Direktur PT AMGM, H. Sudirman, berdalih bahwa penyesuaian tarif sudah melalui dasar hukum dan keputusan bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat.

‎“Kami hanya melaksanakan hasil RUPS. Penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan klasifikasi pelanggan rumah tangga, niaga, dan industri sesuai pemakaian,” jelas Sudirman.

‎Meski begitu, ia mengklaim perusahaan tetap membuka layanan pengaduan 24 jam dan berkomitmen meningkatkan pelayanan.

‎Kedepan, AMGM disebut akan memaksimalkan distribusi dengan pembangunan titik penampungan air baru yang diharapkan bisa dibiayai APBD sebesar Rp5 miliar per titik. ‘’kalau untuk sumur bor kita kesulitan izin saat ini,’’ singkatnya.

  • Related Posts

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Mataram(KabarBerita) – Upaya penertiban reklame bodong di Kota Mataram belum bisa bergerak dalam waktu dekat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengungkapkan, penundaan tersebut berkaitan dengan kesibukan…

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Mataram(KabarBerita) – Cadangan pangan berupa beras yang disiapkan untuk penanganan kebencanaan di Kota Mataram kini telah habis. Kondisi ini terjadi di tengah merosot tajamnya alokasi anggaran cadangan pangan daerah pada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT GNE, Dewan NTB Dorong Ekspansi Bisnis, MBG dan Kopdes Potensial Dijajaki

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Direksi Baru PT. GNE Resmi Ditetapkan, Kerja Agresif Jadi Fokus Utama

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Kemenko PM Mendorong Transformasi Industri Bambu Selaawi sebagai Penggerak Ekonomi Perdesaan

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    Dalih Pemeriksaan BPK, Penertiban Reklame Bodong di Mataram Belum Bergerak

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    BRIDA NTB Bersama PLN dan BRIN Akselerasi Pengembangan Riset PLTAL Selat Alas

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis

    Cadangan Beras Kebencanaan Mataram Habis, Anggaran 2026 Turun Drastis