
Mataram(KabarBerita) – Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, I Gusti Bagus Hari Sudana Putra, menyoroti lemahnya inovasi PT. Air Minum Giri Menang (PT. AMGM) dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Mataram yang terus meningkat. Ia menegaskan, perusahaan tersebut harus segera mencari cara baru menambah pasokan air, bukan sekadar beralasan atau berpegang pada teori lama.
“Pelanggan kita di Kota Mataram jauh lebih banyak dari Lombok Barat. Jadi PT. AMGM harus berinovasi, bukan hanya teori atau alasan izin susah,” tegas politisi yang akrab disapa Gus Arik saat rapat bersama Direktur PT. AMGM, Senin (20/10).
Ia menilai pola pengelolaan air yang selama ini dijalankan PT. AMGM sudah tidak efektif. Metode menampung air malam hari dan memanfaatkannya di pagi hari dianggap tidak lagi mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Itu tidak bisa. Harus ada solusi praktis dan inovatif,” ujarnya.
Legislator asal Dapil Cakranegara itu juga mendesak PT. AMGM memaksimalkan potensi sumber air yang ada, baik dari Lombok Barat maupun sumur bor di Mataram. Ia menilai alasan administratif tidak boleh menjadi penghambat. “Jangan terus bicara teoritis, nanti cuma bolak-balik bongkang tanpa hasil,” sindirnya tajam.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT. AMGM, H. Sudirman, menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Ke depan, PT. AMGM disebut akan memaksimalkan distribusi air melalui pembangunan titik-titik penampungan baru yang diharapkan bisa dibiayai APBD sebesar Rp5 miliar per titik.
“Kalau untuk sumur bor, kita kesulitan izin saat ini,” ujarnya singkat.
Kritik dan masukan dari DPRD ini diharapkan menjadi dorongan agar PT. Air Minum Giri Menang segera melakukan terobosan nyata demi memastikan warga Kota Mataram mendapatkan pelayanan air bersih yang memadai dan berkelanjutan.






