
Mataram, (KabarBerita) – Dinas Koperasi & UKM NTB akan melakukan Pendidikan dan pelatihan (Diklat), untuk anggota Koperasi dan Pendamping Koperasi.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi & UKM NTB, Ahmad Masyhuri sebelum mengikuti Rapat Paripurna perdana di Ruang Rinjani di lingkup Kantor Gubernur NTB, rabu (3/9).
Masyhuri mengatakan bahwa nanti akan ada Diklat untuk seluruh Koperasi Desa Merah Putih yang ada di NTB, akan tetapi sebelum Diklat secara umum dilaksanakan, akan didahulukan dengan Diklat 50 KDMP yang ada di NTB dan diwakili 5 KDMP per Kabupaten/Kota se-NTB.
“Jadi Gubernur dan bupati/walikota se-NTB sudah melakukan rapat Koordinasi di Sembalun, dan gubernur sudah memberikan arahan dengan menunjuk 5 koperasi di masing-masing kabupaten/kota sebagai contoh,” ucap Masyhuri.
Masyhuri juga menambahkan selain ada diklat yang didapatkan 5 KDMP yang jadi contoh ini juga akan mendapatkan revolving dari Bank Himbara sebesar 10 juta Rupiah/Koperasi.
“Jadi yang di revolving itu sebanyak 50 KDMP, dan dana ini mereka terima dari bank Himbara, dan ini masih rencananya,” pungkasnya.
Lebih lanjut Masyhuri juga menjelaskan bahwa untuk dana Diklat sendiri nantinya akan ada dana dari pusat yang berjumlah Rp 9,5 M dan ini yang akan dijadikan dana untuk diklat KDMP se-NTB.
“Ini sudah ada alokasi anggaran sebesar 9,5 M di NTB, dan seluruh KDMP ini akan di diklat 2 orang, yaitu ketua dan wakil ketua, dan ini sedang berproses,” tuturnya.
Terakhir, Mashuri mengatakan 50 KDMP ini hanya sebagai contoh, karena tidak mungkin bisa mengundang semua, karena itu bisa membingungkan diri sendiri nantinya.
“Ini sudah cukuplah 5 kdmp untuk kabupaten/kota, karena ini sebagai contoh saja,” tandasnya. (red)
“dan selain untuk diklat kdmp ada juga nanti diklat pendamping KDMP, pendamping di NTB itu nantinya berjumlah 116 pendamping, dan rekrutmennya nanti langsung dari Kementerian koperasi, dan mereka akan mendapatkan 7,5 juta perbulan selama 3 bulan,”tutupnya.






