Atasi Defisit Siswa, Pemkot Mataram Merger 8 SD Negeri

Mataram(KabarBerita) — Pemerintah Kota Mataram mengambil langkah tegas untuk mengatasi defisit jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar negeri. Delapan SD negeri direncanakan akan digabung menjadi empat sekolah sebagai bagian dari penataan sistem pendidikan dasar agar lebih efektif dan berkelanjutan.

‎Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, mengatakan kebijakan merger sekolah dilakukan karena menurunnya jumlah siswa di beberapa sekolah, yang salah satunya dipicu oleh jarak antarsekolah yang terlalu berdekatan.

‎“Beberapa SD lokasinya saling berdekatan. Akibatnya serapan siswa terbagi dan jumlah murid di masing-masing sekolah menjadi tidak ideal,” jelas Yusuf, Rabu (14/1/2026).

‎Meski dilakukan penggabungan, Yusuf memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 tetap berjalan normal tanpa gangguan. Penataan sekolah telah disiapkan lebih awal agar masyarakat mendapat kepastian sebelum pendaftaran dibuka.

‎“Yang pasti tahun ajaran baru sudah clear. Tahun ajaran 2026/2027, empat sekolah hasil penggabungan ini sudah memiliki nama baru,” ujarnya.

‎Delapan sekolah yang dimerger tersebut yakni SDN 15 Mataram digabung dengan SDN 19 Mataram, SDN 14 Ampenan dengan SDN 11 Ampenan, SDN 10 Cakranegara dengan SDN 41 Cakranegara, serta SDN 36 Ampenan yang digabung ke SDN 2 Ampenan karena sudah tidak memiliki peserta didik.

‎Menurut Yusuf, penggabungan ini tidak hanya bertujuan mengatasi defisit siswa, tetapi juga untuk mengefektifkan pengelolaan tenaga pendidik, pemanfaatan ruang kelas, serta optimalisasi anggaran pendidikan.

‎Saat ini, Disdik Mataram masih menunggu pengesahan surat keputusan (SK) dari Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana. SK tersebut akan menjadi dasar hukum perubahan status dan penamaan sekolah hasil merger.

‎Yusuf mengungkapkan, SK sebelumnya perlu direvisi karena mencantumkan waktu pemberlakuan yang kurang tepat. Awalnya ditetapkan mulai Juni 2025, padahal seharusnya berlaku Juli 2026, seiring dimulainya tahun ajaran baru.

‎“Setelah SK ditandatangani Pak Wali Kota, kami akan mengundang kepala sekolah untuk sosialisasi. Karena nama sekolah berubah, maka seluruh administrasi juga harus disesuaikan,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Desak Audit Bangunan Sekolah Pascainsiden Atap SMAN 7 Roboh

    ‎Mataram(KabarBerita)— Robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram memicu perhatian serius dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman. Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram…

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    ‎Mataram(KabarBerita)- Pemerintah Kota Mataram mulai memperketat ekspansi ritel modern di wilayah Kota Mataram. Sejumlah pengajuan rekomendasi untuk pembukaan gerai baru bahkan ditolak sebagai bentuk pembatasan terhadap menjamurnya toko modern di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota