BPJS PBI Dinonaktifkan, Warga Penderita Jantung Gagal Lanjutkan Pengobatan

Mataram(KabarBerita) — Harapan Komang, warga Babakan, untuk melanjutkan pengobatan penyakit jantung yang dideritanya mendadak terhenti. Saat hendak menjalani rawat jalan di Rumah Sakit, ia baru mengetahui kartu BPJS Kesehatan miliknya telah dinonaktifkan. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, akses pengobatan yang selama ini menjadi penopang hidupnya tiba-tiba terputus.

‎Komang merupakan satu dari puluhan warga penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Mataram. Dengan raut wajah cemas, mereka mempertanyakan penonaktifan kepesertaan BPJS yang dialami secara mendadak, padahal sebagian besar masih membutuhkan layanan kesehatan.

‎“Saya punya penyakit jantung dan harus rawat jalan. Waktu mau berobat, ternyata BPJS sudah tidak aktif,” ujar Komang lirih. Kondisi itu membuatnya terpaksa menunda pengobatan, sementara keterbatasan ekonomi tidak memungkinkannya membayar biaya medis secara mandiri.

‎Komang berharap pemerintah dapat kembali mempertimbangkan kebijakan tersebut, khususnya bagi warga yang masih bergantung pada BPJS untuk pengobatan penyakit serius. “Kami hanya ingin BPJS-nya kembali aktif supaya bisa berobat dan sembuh,” tuturnya.

‎Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, menjelaskan penonaktifan kepesertaan BPJS PBI merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat terkait pemutakhiran data sosial ekonomi nasional.

‎“Dari sekitar 138 ribu warga Kota Mataram yang berstatus PBI Jaminan Kesehatan, tercatat lebih dari 9.000 kepesertaan BPJS dinonaktifkan,” kata Samsul.

‎Menurutnya, penonaktifan dilakukan secara otomatis oleh sistem setelah pemerintah pusat memperbarui data penerima bantuan. Dalam pemutakhiran tersebut, sebagian warga yang sebelumnya masuk kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok yang berhak menerima bantuan sosial, bergeser ke desil 6 ke atas, sehingga dianggap tidak lagi memenuhi kriteria sebagai warga miskin.

‎“Karena perubahan kategori itu, kepesertaan BPJS PBI mereka otomatis dinonaktifkan oleh sistem,” jelasnya.

‎Namun di lapangan, Samsul mengakui terdapat warga yang meski dinonaktifkan, masih sangat membutuhkan layanan BPJS Kesehatan. Karena itu, Dinas Sosial membuka ruang reaktivasi kepesertaan melalui proses verifikasi.

‎“Bagi warga yang memang masih membutuhkan BPJS, kepesertaannya bisa diusulkan untuk diaktifkan kembali. Proses ini sedang berjalan, makanya banyak warga datang ke Dinsos,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, untuk warga dengan kategori sakit kronis seperti pasien cuci darah dan penyakit berat lainnya, pemerintah pusat melakukan reaktivasi kepesertaan secara otomatis tanpa pengajuan ulang.

‎Dalam proses reaktivasi, Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Mataram. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan menjadi syarat penting untuk memastikan bahwa warga yang dinonaktifkan memang sedang atau masih membutuhkan layanan pengobatan.

‎“Kalau ada rekomendasi dari Dikes bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pengobatan, maka akan kita usulkan untuk reaktivasi BPJS PBI-nya,” terang Samsul.

‎Sementara itu, bagi warga yang tidak memenuhi syarat untuk diaktifkan kembali sebagai PBI, pemerintah daerah akan mengalihkan pembiayaan kesehatannya melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang ditanggung oleh APBD.

‎Samsul mengakui, penonaktifan ribuan kepesertaan BPJS PBI ini berpotensi menambah beban keuangan daerah. “Tentu ada dampaknya , anggaran daerah untuk program UHC akan meningkat,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Mataram (KabarBerita)— Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd Rachman, menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lingkungan di Kota Mataram. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk…

    Kasus Kematian di Rumah Kos Jadi Sorotan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

    ‎Mataram(KabarBerita)— Sejumlah kasus penemuan jenazah hingga perkelahian yang menimbulkan korban jiwa di rumah kos memantik perhatian serius Pemerintah Kota Mataram. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan bagi seluruh pengelola kos agar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

    Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

    Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

    Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

    Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

    Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

    Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

    Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu