BRIDA NTB bersama MAS dan Para Budayawan Inisiasi Standarisasi Presean dan Joki Cilik

Mataram, (KabarBerita) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB melakukan koordinasi dengan salah satu tokoh adat Sasak, Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, terkait pengembangan olahraga dan permainan tradisional di NTB, khususnya Presean dan Joki Cilik.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa hingga saat ini Presean belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Gubernur NTB mendorong agar Presean dapat diangkat ke tingkat nasional sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan standar yang jelas. Saat ini Presean belum memiliki aturan baku, seperti syarat usia pemain, kategori profesional atau amatir, ukuran lapangan, panjang dan jenis rotan, serta aspek teknis lainnya. Standarisasi ini diperlukan agar pertandingan dapat berjalan adil, setara, dan aman, mengingat dalam tradisi Presean, seorang pepadu (petarung) tidak diperbolehkan mundur dari lawan apa pun kondisinya.

Selain itu, aspek perwasitan juga menjadi perhatian. Selama ini, Presean hanya menggunakan wasit tengah. Ke depan diharapkan ada sistem juri yang lebih adil, misalnya melibatkan perwakilan dari kedua daerah asal pepadu serta seorang juri netral, agar hasil pertandingan lebih objektif.

Dalam diskusi, juga mengemuka dorongan agar BRIDA NTB mengambil peran awal dalam melakukan penelitian dan kajian akademis mengenai Presean, baik dari sisi regulasi, teknis pertandingan, maupun sistem perwasitan.

Selain Presean, BRIDA NTB juga menambahkan bahwa Joki Cilik akan menjadi agenda penelitian berikutnya. Penelitian ini akan difokuskan pada aspek budaya, keselamatan, serta kemungkinan pengembangan sebagai identitas olahraga tradisional NTB.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Presean dan Joki Cilik dapat dikembangkan secara berkelanjutan, memiliki standar yang diakui, serta berpotensi masuk dalam agenda olahraga tradisional di tingkat nasional. (*)

Related Posts

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

“Anggaran bukan sekadar deretan angka dalam dokumen keuangan. Ia adalah cerminan arah kebijakan, keberanian menetapkan prioritas, sekaligus ukuran kesungguhan pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.”   Ada hal yang menarik…

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Mataram (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak