Brida NTB Siapkan Peta Jalan Ekosistem Riset dan Inovasi Menuju NTB Makmur Mendunia

Mataram, (KabarBerita) – Dalam rangka mendorong riset dan inovasi menjadi fondasi kebijakan pembangunan NTB yang efektif, adaptif, dan kerkelanjutan, BRIDA Provinsi NTB melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) membahas Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Iptek Daerah (RIPJ – PID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2025-2029 dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Menuju NTB Emas 2045 dengan menggandeng Bappeda Prov. NTB, Dikpora Prov. NTB serta Konsultan dari tim peneliti yang bermitra dengan BRIDA Prov. NTB pada Rabu (7/1/2025).

Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Prov. NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan keharusan penyusunan rencana induk yang sejajar dengan visi misi gubernur dan potensi serta permasalahan yang mencakup tiga poin utama: kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata di NTB. Selain itu, BRIDA Prov. NTB juga akan membentuk Dewan Pakar dan Tim Penilai serta merintis pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan dengan menggandeng BRIN dan Peneliti dari Perguruan Tinggi di NTB untuk mendukung pengembangan industri dan UMKM berkelanjutan di NTB.

Tim peneliti RIPJ – PID, Syamsul Hadi memaparkan terkait pentingnya RIPJ – PID untuk mendukung pembangunan ekosistem riset dan inovasi yang terarah, kolaboratif, dan berdampak bagi pembangunan daerah dengan mendorong evidence based policy serta memperkuat ekosistem inovasi daerah yang menjadi arah dan panduan bagi pemerintah, kampus, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam hal ini, NTB membutuhkan penguatan serius pada kapasitas periset dan aparatur sehingga riset tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu tim ahli peneliti, Fikri Maulana memaparkan terkait roadmap pengembangan SDM menuju NTB emas 2045 yang menjadi agenda jangka panjang dan menentukan keberhasilan sektor unggulan dalam visi pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat. Daya saing sektor unggulan ditentukan oleh kesiapan kompetensi SDM yang membutuhkan konsistensi, investasi jangka panjang, dan orkestrasi kebijakan.

Diakhir kegiatan, Kepala BRIDA Prov. NTB menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim peneliti dan peserta dalam FGD tersebut. (*)

Related Posts

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Mataram (KabarBerita) – Menjelang dimulainya kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7), Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program guna memastikan tata…

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

TGH. Khairi Habibullah salah satu pengasuh di Ponpes Nurul Haramain NWDI Narmada Lombok Barat (foto:Dedy/kabarberita)   Mataram (KabarBerita) — Pemerintah Provinsi NTB bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB dan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

Gadis Lombok Baiq Rena Sabet None Jakbar 2026, Menginspirasi Lewat Aksi Sosial

Gadis Lombok Baiq Rena Sabet None Jakbar 2026, Menginspirasi Lewat Aksi Sosial

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Baiq Zuhar Parhi Salurkan 3.750 Bibit Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Warga Mataram ‎

Baiq Zuhar Parhi Salurkan 3.750 Bibit Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Warga Mataram ‎

Soft Tenis Resmi Debut di Porprov NTB 2026, Tiga Daerah Ambil Bagian

Soft Tenis Resmi Debut di Porprov NTB 2026, Tiga Daerah Ambil Bagian

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes