
Mataram (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Gerbang NTB Emas (GNE).
Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyatakan akan menghidupkan kembali GNE karena ada peluang yang dimilki dalam pengembangan usaha ke depannya.
“Ada potensi yang menjanjikan untuk GNE ke depan, oleh karena itu kita hidupkan kembali,”ujarnya Gubernur seusai melakukan RUPSLB di Kantor GNE, pada Rabu (7/01/2026).
Miq Iqbal sapaannya juga mengatakan meskipun pada tahun 2023, GNE tidak bisa melakukan RUPS, dikarenakan adanya pemblokiran di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), tapi menurutnya ia selaku Pemerintah Daerah (Pemda) tentunya, terus mengupayakan situasi terbaik demi mewujudkan NTB Makmur Mendunia sesuai dengan misinya.
“Paling tidak sekarang, Langkah awal yang baik di tahun 2026 ini, kita bisa melakukan RUPS,”terangnya.
Miq Iqbal juga menyatakan dalam RUPS itu, Pemprov NTB mengesahkan laporan keuangan sebelumnya yang sempat tertunda dan menyiapkan strategi apa yang akan diambil untuk ke depannya, guna memajukan dan mengembangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tersebut.
“Dan di RUPS ini kita mengesahkan laporan keuangan sebelumnya dan sekaligus menyiapkan langkah-langkah ke depan, itu yang kita sepakati tadi,” katanya.
Lebih lanjut Eks Dubes Indonesia untuk Turki itu mengungkapkan bahwa untuk fokus bisnis untuk GNE sudah ditetapkan dan konsen di bidang material bangunan dan tidak terpecah ke sektor yang lain, supaya tidak menghambat apa yang menjadi prioritas usaha.
“Jadi tidak mungkin suatu bisnis berkembang jika terlalu banyak lini bisnisnya, jadi harus kita fokus ke satu lini bisnis,”terangnya.
Dikatakannya juga untuk susunan kepengurusan GNE yang baru sedang dipersiapkan, sedangkan saat ini pembahasan fokus bisnis kedepannya sekaligus mereview catatan kesalahan di masa lalu yang harus dicarikan solusi dan itu sudah dipetakan.
“Kalau Direksi belum, Jadi core bisnis (bisnis inti)nya sudah kita bahas kedepan dan tidak lagi menggunakan yang lama,”katanya.
Miq Iqbal juga menegaskan bahwa Pemprov telah memberikan tambahan modal sebesar Rp 8 Miliar, dengan Rp 5,7 M, diperuntukan khusus untuk pembayaran pajak dan hutang serta menghidupkan kembali GNE sehingga bisa melakukan RUPS seperti sekarang ini.
“Sudah kita kemarin Rp 8 M, dan 5,7 M, digunakan untuk menghidupkan GNE dan keperluan lainnya,” tegasnya. (Wira)






