Dari Limbah Menjadi Berkah, BRIDA NTB Sulap Air Lindi Menjadi Biogas

Lombok Barat, (KabarBerita) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tak pernah kering dari ide dan gagasan inovasi guna menciptakan peluang usaha dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Baru-baru ini, Brida NTB bersama pakar dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mataram (UNRAM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Yayasan Rumah Energi secara resmi meluncurkan Riset Pengolahan Air Lindi menjadi Biogas melalui program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB).

Kegiatan ini diselenggarakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek).

Solusi Berbasis Riset untuk Lingkungan dan Ekonomi

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH. dalam sambutannya menegaskan bahwa riset ini menjadi langkah nyata dalam menjawab persoalan lingkungan melalui inovasi.

“Ini adalah implementasi direktif Gubernur bahwa BRIDA harus memberikan solusi berbasis riset. Dengan volume air lindi mencapai 550.000 meter kubik per hari, kita harus mengolahnya menjadi energi biogas yang dapat berdampak secara ekonomi dan mendukung berbagai sektor, termasuk UMKM dan sarana edukasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ini selaras dengan tagline konsorsium, yakni “Dari Masalah Menjadi Berkah.”
“Selama ini, TPA Kebon Kongok menyimpan masalah besar bagi lingkungan dan kesehatan. Melalui riset ini, kami berharap dapat mengubah persoalan tersebut menjadi peluang dan manfaat bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan dukungan semua pihak,” ujar Aryadi.

Air Lindi Bukan Lagi Masalah, Kepala UPTD TPA Kebon Kongok, Radius Ramli, yang hadir mewakili Dinas Lingkungan Hidup (DLH) NTB, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini.

“Selama ini air lindi hanya menjadi limbah penyebab pencemaran lingkungan. Namun, berkat kolaborasi semua pihak, kini justru bisa menjadi sumber energi baru. Program ini bukan hanya solusi, tapi juga berpotensi menopang ketahanan energi daerah,” ujarnya.

Radius menambahkan, biogas yang dihasilkan dari pengolahan air lindi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, bahkan membantu operasional TPA ketika terjadi gangguan listrik.

“Dengan adanya proyek percontohan ini, kami berharap bisa di-upscale ke wilayah lain, sehingga air lindi tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi yang bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Konsorsium RIKUB, Dr. Obie Farobie, menjelaskan bahwa riset ini merupakan hasil sinergi antarperguruan tinggi dan lembaga yang berkomitmen menciptakan riset yang berdampak.

“Ini menjadi starting point yang baik untuk program kampus berdampak. Air lindi tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga membawa manfaat baru bagi masyarakat. Kami berharap model ini bisa diadopsi oleh kabupaten lain di NTB,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Obie menambahkan bahwa potensi energi di NTB sangat besar.

“Selain biogas dari air lindi, ada potensi energi dari rumput laut yang bisa membantu para nelayan. Harapannya, program ini dapat berkembang menjadi riset unggulan nasional yang mendukung transisi energi bersih dan keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.

Related Posts

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

“Kami berterimakasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya atas saran dan masukan yang diberikan Fraksi-Fraksi dari DPRD NTB,”   Mataram (KabarBerita) – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB)…

Dubes Kazakhstan Jajaki Peluang Kerjasama dengan NTB

“Kami ingin investasi yang lebih kuat, perjanjian, hubungan pendidikan. Kami juga berbicara tentang kooperasi antara Universitas Mataram dan Karaganda National Research University,” Mataram (KabarBerita) – Dubes Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

Diduga Ada Aset Mataram Mall yang Diagunkan, Komisi II DPRD Mataram Desak Pemkot Buka Informasi Secara Terbuka

Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

Jelang Berakhirnya Kontrak Mataram Mall, Komisi II DPRD Mataram Tunggu Pembahasan dengan Eksekutif

Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah