
Mataram, (KabarBerita) – Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Pusat yaitu Presiden Prabowo untuk mengembangkan pertumbuhan perekonomian ditiap Daerah di Indonesia .
Terkait hal itu Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Koperasi & Usaha Kecil Mikro dan Menengah sangat antusias dalam menindaklanjuti apa yang menjadi program Pemerintah Pusat tersebut.
Kepala Dinas Koperasi & UMKM NTB, Ahmad Mashuri mengatakan Dinas Koperasi akan berperan aktif untuk mensukseskan program skala prioritas Presiden yaitu dengan melakukan beberapa persiapan diantaranya menggenjot percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil.
“Kami terus melakukan percepatan pembentukan Koperasi dan akan menyiapkan skill yang terampil dari sisi SDM untuk mensukseskan program Pak Presiden,” terangnya.
Dia juga mengatakan Untuk mewujudkan skill yang terampil maka Dinas Koperasi akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang ada di NTB sesuai dengan arahan Gubernur.
“Jadi kami telah bekerjasama dengan UNRAM dan UIN, untuk melakukan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dan kurikulum diklat sedang dirancang draftnya, dan ini akan segera kita laporkan ke Pak Gubernur jika sudah tuntas,” imbuhnya.
Masyhuri menambahkan tujuan dari Pemprov NTB menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi adalah untuk mendidik dan melatih para calon manajer dan juga pengurus koperasi untuk berlatih berbagai hal terkait dengan koperasi seperti bagaimana melatih tentang koperasi, tentang keuangan, digitalisasi, model bisnisnya termasuk lengkap dengan rencana aksi untuk 3 – 6 bulan ke depan,
“Jadi inti rancangannya sudah jelas untuk meningkatkan skill para pengurus yang di amanahkan oleh Pemerintah dan anggotanya demi meningkatkan kinerja Koperasi itu kedepannya,” terangnya.
Dia menambahkan juga untuk yang melatih tidak hanya berasal dari perguruan tinggi dalam daerah tapi juga dari luar sesuai dengan draft yang dirancang.
“Untuk ahli yang memberikan pendidikan dan pelatihan tidak hanya dari daerah kita tapi juga ahli dari luar kita datangkan sesuai dengan draft yang akan kita ajukan ke Pak Gubernur,” pungkasnya.
Masyhuri menambahkan terkait pelaksanaan Diklat ini nantinya bergantung pada anggaran yang disiapkan intinya akan dilaksanakan segera setelah ada keputusan dari Pemerintah Provinsi.
“Pelaksanaan segera tergantung uangnya dan yang paling possible (memungkinkan) adalah di perubahan mudahan nanti bisa di perubahan kalau tidak ya dimurni , tapi saya berdoa mudahan bisa di perubahan,” harapnya.
Dia juga mengatakan orang-orang yang diklat adalah semua pengurus atau manajer, dan yang tentunya sudah dipilih karena untuk pelatihan ini 1 Koperasi diwakili 1 orang yang akan di latih dan pelatihan ini bergilir dikarenakan adanya keterbatasan.
“Inikan se – NTB yang di latih, rencananya untuk tahap I kira-kira 200 orang dari jumlah koperasi 1.166 di Kabupaten/Kota, tidak mungkin semua, jadi ada jadwalnya nanti,” pungkasnya. (Red)






