Dinsos P3A NTB Tegaskan Transisi Birokrasi tidak Mengurangi Pelayanan ke Publik

MATARAM (KabarBerita) – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi NTB sedang me-reshuffle skema perlindungan anak, dengan mengikuti perubahan struktur organisasi perangkat daerah.

Kepala Dinsos P3A NTB, Ahmad Masyhuri, menegaskan jika transisi birokrasi dibawah naungannya, tidak akan menghambat pelayanan terhadap para korban yang mengalami kekerasan verbal maupun non verbal.

“Pejabat teknis memang masih menunggu pelantikan, namun penugasan khusus sudah saya instruksikan kepada tim di lapangan agar tetap bekerja,” tegas Ahmad Masyhuri saat memberikan keteranganya kepada awak media di area Komplek Kantor Gubernur NTB pada, Senin (19/01/2026).

Dikatakannya juga sejumlah fasilitas seperti UPT Selat Narmada, PSAB Majeluk, hingga gedung eks-Budirini sedang dikaji untuk dijadikan pusat rehabilitasi yang representatif. Ia juga menyatakan, keputusan final mengenai lokasi rumah aman tersebut masih menunggu instruksi  dari pimpinan daerah (Pemda) NTB.

“Saya segera melapor ke Gubernur untuk meminta arahan mengenai fasilitas mana yang paling tepat dipergunakan,”katanya.

Merujuk pada data terkini, UPT Selat sedang menangani 30 klien anak, di mana tujuh di antaranya merupakan penyintas kekerasan seksual. Ia mengingatkan agar publik dan media menjaga ketat privasi para korban mengingat sensitivitas kasus yang ada.

“Hati-hati dalam pemberitaan karena identitas mereka harus dilindungi sepenuhnya,” ucapnya.

Masyhuri juga menyampaikan bahwa akar persoalan kekerasan, dipicu oleh tekanan ekonomi ekstrem dan degradasi moral. Fenomena memprihatinkan kini muncul ke permukaan, mulai dari anggota keluarga yang menjual saudaranya hingga kasus inses dan yang terkini kasus salah satu Ponpes di Lombok Tengah.

“Kemiskinan memicu kekufuran, seperti motif ekonomi dalam kasus kakak menjual adik, ditambah adanya masalah moral hazard pelaku,” ungkapnya.

Masyhuri menambahkan fokus perlindungan kini juga diperluas, yaitu bagi para petugas pendamping yang kerap mendapat intimidasi dari pihak pelaku. Dan menurutnya juga keselamatan personel di lapangan juga harus menjadi prioritas agar proses pemulihan korban berjalan tanpa gangguan.

“Petugas kami pun harus diamankan karena mereka sering mendapat ancaman langsung dari pelaku kekerasan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menambahkan meskipun saat ini, sedang mengatensi mitigasi bencana alam yang melanda NTB, Masyhuri menjamin sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga swadaya masyarakat tetap berjalan solid guna menekan angka kriminalitas terhadap anak dan perempuan. (Wira/red).

  • Related Posts

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Mataram, (KabarBerita) — Sebanyak 2.722 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok hingga hari ke-10 pelaksanaan, yakni per 30 April 2026 pukul…

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    MATARAM (KabarBerita) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan Halal bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus memperingati hari Kartini, mengusung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    Disorot Survei Pilkada, Didi Sumardi Pilih Fokus Kinerja: “Terlalu Dini Bicara Suksesi”

    Disorot Survei Pilkada, Didi Sumardi Pilih Fokus Kinerja: “Terlalu Dini Bicara Suksesi”

    Kepala Desa Se-Lotim Sambut Baik Program Desa Berdaya dan Siap Bersinergi dengan Pemprov NTB

    Kepala Desa Se-Lotim Sambut Baik Program Desa Berdaya dan Siap Bersinergi dengan Pemprov NTB

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik