
Mataram(Kabar berita) — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram akhirnya mengakui kesulitan mengejar target retribusi parkir tepi jalan umum tahun 2025. Hingga akhir November, realisasi pendapatan baru menyentuh Rp9 miliar atau hanya sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp18 miliar.
Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, tidak menampik bahwa target tersebut nyaris mustahil dicapai. Ia menyebut target dipatok berdasarkan asumsi kenaikan tarif parkir baru, namun hingga kini regulasi itu belum berlaku. “Potensi riil kita hanya Rp13,28 miliar, sesuai titik parkir yang sudah kami data. Jadi sejak awal target Rp18,5 miliar itu terlalu tinggi,” ujarnya.
Dishub juga diproyeksikan kembali terpeleset saat menutup tahun anggaran. Dari potensi realistis Rp13,28 miliar, hingga November baru Rp9 miliar yang masuk, dan estimasi akhir Desember pun diprediksi mentok di angka Rp10 miliar. “Ya hanya itu kemampuan kami untuk tahun ini,” kata Zulkarwin.
Kinerja yang jauh dari target ini membuat Dishub melakukan pembenahan menyeluruh, terutama untuk menekan kebocoran pendapatan. Sejumlah langkah ditempuh, mulai dari memperkuat sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, meningkatkan kepatuhan juru parkir, hingga menertibkan setoran yang selama ini masih kerap tersendat guna menekan tunggakan setoran.
Pengawasan lapangan juga diperketat. Sebanyak 23 koordinator lapangan (korlap) kini dibekali kendaraan dinas untuk menunjang mobilitas, “Meski bukan unit baru,kami harap korlap bisa bergerak lebih cepat dan efektif tahun depan,” ujarnya.
Sementara wacana penggunaan perangkat EDC untuk sistem parkir elektronik masih tertahan di tahap kajian. Zulkarwin mengakui juru parkir membutuhkan pelatihan intensif untuk mengoperasikan perangkat tersebut. “Karena itu, dalam waktu dekat kami fokus pada optimalisasi QRIS dulu, sambil membenahi perilaku jukir agar lebih patuh dan profesional,” terangnya.
Meski mengakui gagal memenuhi target tahun ini, Zulkarwin tetap optimistis pendapatan retribusi parkir dapat terdongkrak signifikan pada 2026 setelah berbagai pembenahan dilakukan.








