
Mataram, (KabarBerita) – Kadislutkan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., secara resmi membuka kegiatan strategis dalam rangka penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan khususnya komoditi Gurita di NTB, selasa (28/4).
Marine Stewarship Council (MSC) salah satu NGO mitra Dinas Kelautan dan Perikanan NTB yg banyak konsen terhadap pendampingan Sertifikasi Komoditi Ikan Tuna, Kakap Kerapu dan Gurita.
Dalam sambutannya, Muslim menekankan pentingnya membangun pondasi agrokemaritiman yang kuat berbasis ekonomi biru sebagaimana amanat Misi Ke 3 RPJMD NTB Tahun 2025 – 2029, dengan dua indikator utama: Peningkatan Produksi sektor perikanan dan terwujudnya konsep pengelolaan SDKP berbasis ekonomi biru (blue economy).
“Langkah ini adalah bagian penting dari penguatan tata kelola perikanan, tidak hanya memikirkan hasil lautnya, tetapi juga dampaknya terhadap ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ucap Muslim.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan – Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, DR. Syahril Abd. Raup, S.T, M.Si,
Ditjen KKP dalam sambutannya menekankan pentingnya sertifikasi ecolabelling sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas gurita di pasar global serta mendorong pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan.
Target dari kegiatan tersebut yaitu implementasi Rencana Kerja Tahunan antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dengan MSC Indonesia, yang selanjutnya akan dilaksanakan proses riset dan penguatan data based oleh Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B).
Ketua FIP2B NTB, Dr. Soraya Gigentika, dalam kesempatan tersebut ikut menyampaikan urgensi kajian aspek biologi dan habitat gurita di Perairan Selat Alas.
“Kajian ini bertujuan mendukung kelengkapan data ilmiah sebagai dasar pengajuan sertifikasi MSC untuk perikanan gurita di wilayah tersebut,” ucap Soraya.
Pengumpulan data dilakukan bersama mitra seperti Yayasan JARI, Blue Ventures, serta kelompok nelayan gurita di Lombok Timur dan Pototano. Data yang dikumpulkan akan diolah secara ilmiah untuk dijadikan rekomendasi pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan oleh pemerintah daerah.
Untuk informasi Produksi (Kg)
Ikan, Gurita (Octopus aegina)
2019 :589.862
2020 :227.910
2021 :407.639
2022 :576.453
2023 :908.850







