
Mataram, (KabarBerita) – Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Muhamad Riadi menanggapi terkait masih banyaknya tembakau petani yang belum terserap oleh perusahaan.
Menurutnya perusahaan saat ini masih melakukan pemilahan dalam menyerap tembakau petani dengan mendahulukan tembakau yang bagus dan berkualitas. Kendati demikian, pihaknya memastikan tembakau petani termasuk yang kurang bagus juga akan diserap semua oleh perusahaan.
“Jadi perusahaan itu berebut tembakau yang bagus-bagus dulu, setelah itu baru perusahaan akan menyerap tembakau yang agak cokelat/kurang bagus,” kata Muhammad Riadi, Senin (29/9) di Mataram.
Riadi juga mengatakan kualitas tembakau tahun ini diakui kurang bagus karena faktor cuaca yang tak menentu. Sehingga perusahaan saling berebut untuk terlebih dahulu membeli tembakau yang kualitasnya bagus. Karena kalau yang mengambil tembakau cokelat duluan takutnya tidak mendapatkan tembakau kualitas yang bagus.
“Jadi pada hasil rapat di gedung sangkareang yang dulu bahwa konsentrasinya untuk membeli tembakau yang bagus terlebih dahulu setelah itu baru membeli yang kurang bagus atau yang cokelat,” imbuh Riadi.
Dikatakannya juga bahwa tembakau yang cokelat ini pasti akan diserap oleh perusahaan baik yang kualitas bagus maupun yang kurang bagus.
“Kalau melihat dari historynya gak ada ceritanya tembakau para petani bertahan sampai tahun berikutnya, dan itu pasti akan diserap oleh perusahaan pada tahun berjalan,” terangnya.
Riadi juga mengatakan yang masih menjadi permasalahan sekarang harga dari tembakau cokelat, karena para petani masih melekat dalam memorinya bahwa harga tembakau cokelat pada tahun lalu 3,5 juta/ kwintal sedangkan saat ini harganya hanya 600 ribu – 1 juta/kwintal, dan para petani meminta harga serapnya sekarang 2,5 juta/kwintal.
“Para Petani meminta harga penyetaraan dengan harga tahun lalu dan ini yang masih kita carikan solusinya,” jelasnya.
Riadi juga mengatakan yang harus diingat bahwa tembakau itu variatif antara daun bawah, tengah dan atas dan yang paling top itu daun tengah, dan ini menjadi pertimbangan untuk mendapatkan harga rata-ratanya.
“Jadi boleh harganya lebih rendah yang cokelat tapi daun tengahnya harus lebih tinggi, jadi saling menutupi hargalah, maksudnya jadi untuk mencover harga yang kurang bagus didaun bawah ditutupi sama daun tengah yang harganya tinggi,” ucapnya.
“Untuk pembelian masih belum bisa dipastikan kapan pembeliannya untuk tembakau cokelat, karena masih konsentrasi ke yang bagus-bagus dulu untuk saat ini, baru nanti ada pengambilan langkah untuk mengumpulkan tembakau yang cokelat. (red)







