
Mataram (KabarBerita) – Kenaikan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manambai Abdulkadir Sumabwa dari Type C ke Type B on proses, dengan target sebelum 17 desember 2025 sudah Rampung.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Irnadi Kusuma mengatakan bahwa, Hadiah yang akan disiapkan untuk menyambut HUT NTB ke-67 adalah kenaikan status RSUD Manambai ke type B.
“Progressnya sudah jauhย dan on proses dan kita upayakan ini menjadi kado untuk HUT NTB,”ujarnya. Senin (8/12/2025) kemarin.
Irnadi juga mengaskan bahwa secara normatif yang menjadi kendala pengajuan Antisipasi Dampak Lingkungan (AMDAL) danย ย pertimbangan Tekhnis (Pertek) di DLHK dan Pertek Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, tapi untuk saat ini semua berkasnya sudah ada di DPMPTSP.
“Jadi itu yang kita tunggu kemarin dan itu yang berproses dan masuk ke kami dan itu yang kami tindak lanjuti,”terangnya.
Lebih lanjut Irnadi menambahkan bahwa untuk proses di DPMPTSP tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, hanya 5 – 7 hari berproses.
“5 – 7 hari itu prosesnya di kami, tapi saat ini karena memang kami sedang menghimpun semua data-data pendukung yang berkaitan, karena jangan sampai perizinan yang kita keluarkan itu menyalahi prosedur,”katanya.
Dikatakannya juga bahwa semuanya sedang berproses dan Dia merasa optimis bahwa kenaikan type Rumah Sakit Manambai itu bisa selsai dalam waktu dekat, dan disiapkan untuk HUT NTB.
“InsyAallah intinya on proses, kita upayakan segera, sebelum tanggal 17 Desember 2025, sudah selesai,” imbuhnya.
Untuk tambahan Informasi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung progres pembangunan tambahan ruangan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manambai Abdulkadir, Sumbawa Besar pada Rabu (29/10.
Dalam kunjungan itu Gubernur memastikan proses pembangunan untuk peningkatan status rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B, berjalan sesuai target dan akan rampung pada akhir tahun 2025.
โKunjungan ini untuk memastikan bahwa pembangunan tambahan ruangan dan fasilitas guna peningkatan menjadi tipe B berjalan dengan baik. Kita harapkan akhir tahun ini semuanya sudah selesai, sehingga di awal tahun depan rumah sakit ini sudah resmi berstatus tipe B dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakatโ, ujarnya.
Disampaikannya masih terdapat beberapa proyek yang belum sepenuhnya rampung. Untuk itu, ia mengajak Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta Direktur Rumah Sakit untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
โTadi saya bawa Kepala Biro PBJ langsung ke sini, juga Pak Direktur Rumah Sakit. Saya minta kalau memang perlu penambahan tenaga kerja, segera tambah tenaga kerja. Terpenting, akhir tahun ini harus selesai secepatnyaโ, tegas Gubernur.
Dengan peningkatan status menjadi RS tipe B, Rumah Sakit Provinsi Manambai Abdulkadir nantinya dapat memberikan berbagai layanan kesehatan lanjutan yang selama ini hanya tersedia di Mataram.
โBeberapa jenis perawatan seperti jantung termasuk pemasangan ring serta layanan ginjal seperti cuci darah, nanti sudah bisa dilakukan di sini. Jadi warga Sumbawa dan Bima tidak perlu lagi ke Mataram untuk berobatโ, jelasnya.
Gubernur Iqbal menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk pemerataan layanan kesehatan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya tinggi.
Meski demikian, Gubernur NTB mengakui tantangan terbesar dalam peningkatan status rumah sakit terletak pada ketersediaan sumber daya manusia tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan subspesialis.
โMenambah dokter spesialis itu tidak mudah, prosesnya panjang. Tapi pemerintah provinsi, rumah sakit dan pemerintah kabupaten sudah berupaya memberikan dorongan untuk menyiapkan tenaga-tenaga spesialis baruโ, ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi tenaga kesehatan yang ingin melan
melanjutkan pendidikan spesialisasi.
โKalau ada permintaan rekomendasi untuk mengambil spesialis, saya tidak pernah menolak. Langsung saya tanda tangani, karena kita sangat membutuhkan tenaga-tenaga ituโ, ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan program beasiswa kedokteran dan spesialisasi sebagai strategi jangka panjang, untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah NTB, termasuk di Pulau Sumbawa.
Dengan selesainya peningkatan RS Manambai Abdulkadir menjadi tipe B pada akhir tahun 2025, masyarakat Sumbawa diharapkan dapat memperoleh akses kesehatan yang lebih cepat, mudah dan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya sendiri. (Wira)






