Fraksi Amanat Nurani Bangsa Desak Penertiban PKL, Pengemis, dan Sampah di Kota Mataram

Mataram(KabarBerita) โ€“ Fraksi Amanat Nurani Bangsa (ANB) DPRD Kota Mataram menyampaikan sejumlah catatan penting terhadap Pemerintah Kota Mataram dalam rapat paripurna pembahasan Perubahan APBD 2025.

Melalui juru bicaranya Misban Ratmaji, Fraksi ANB menekankan perlunya langkah tegas pemerintah dalam menjaga ketertiban kota, mulai dari penataan pedagang kaki lima (PKL), pengendalian aktivitas pengemis, hingga penanganan persoalan sampah.

โ€œPemerintah harus segera melakukan penataan PKL, kios, warung, dan rumah makan yang berdiri di pinggir jalan maupun di lokasi-lokasi tertentu yang mengganggu ketertiban,โ€ tegas Misban.

Selain itu, maraknya pengemis dan peminta sumbangan di beberapa lingkungan kota juga mendapat sorotan. Fenomena tersebut disebut kerap terjadi di Jalan Panjitilar Kekalik setiap pagi, khususnya hari Jumat. โ€œAda indikasi mobilisasi warga dari luar Kota Mataram untuk meminta sumbangan, dan ini harus ditertibkan,โ€ ungkapnya.

Sampah Jadi Perhatian Serius

Persoalan sampah juga menjadi perhatian utama. Fraksi ANB mendorong Pemkot memperketat pengawasan dan menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan maupun median jalan.

โ€œPemkot juga perlu segera memasang papan larangan berjualan dan larangan membuang sampah di beberapa titik strategis, agar masyarakat lebih sadar aturan,โ€ tambahnya.

Optimalisasi PAD Lewat Retribusi

Tak hanya soal ketertiban kota, Fraksi ANB juga menyoroti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mereka mendorong agar Pemkot mengoptimalkan retribusi pelayanan parkir tepi jalan dan retribusi pasar dengan sistem pembayaran digital.

โ€œSelain QRIS, pemerintah perlu bekerja sama dengan bank-bank di Kota Mataram untuk menyediakan alternatif pembayaran retribusi menggunakan e-money, sehingga lebih mudah, transparan, dan aman,โ€ jelas Fraksi ANB.

Fraksi ANB menegaskan bahwa catatan-catatan tersebut harus menjadi perhatian serius Pemkot agar wajah Kota Mataram semakin tertib, bersih, dan mandiri dalam pembiayaan pembangunan.

  • Related Posts

    Keluhkan Menu MBG, Sekolah Bisa Ajukan Pindah Dapur

    โ€ŽMataram(KabarBerita)โ€” Sekolah-sekolah penerima Program Makan Bergizi (MBG) di Kota Mataram memiliki ruang untuk mengajukan perpindahan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, opsi tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan…

    Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

    โ€ŽMataram(KabarBerita) โ€” Ambisi besar membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayah Kota Mataram kini dihadapkan pada realitas lapangan. Dari 50 kelurahan yang ada, baru lima kelurahan yang dinyatakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

    Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

    Keluhkan Menu MBG, Sekolah Bisa Ajukan Pindah Dapur

    Keluhkan Menu MBG, Sekolah Bisa Ajukan Pindah Dapur

    Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

    Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

    16 Miliar BTT Disiapkan Pemprov NTB untuk Tangani Bencana Hidrometeorologi

    16 Miliar BTT Disiapkan Pemprov NTB untuk Tangani Bencana Hidrometeorologi

    PWI NTB Peduli Buka “Open Donasi” Saatnya Bergerak Bersama

    PWI NTB Peduli Buka “Open Donasi” Saatnya Bergerak Bersama