H. Suharto Perjuangkan Pemulangan Jenazah TKI Ilegal Meninggal di Malaysia

Mataram, (KabarBerita) – Anggota DPRD dari dapil Lobar-KLU, H. Suharto perjuangkan pemulangan TKI asal Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Lombok Barat yang meninggal dunia di Johor Malaysia Barat. TKI yang diketahui bernama Ahmad itu meninggal dunia dua minggu lalu. Ia berangkat ke Malaysia melalui jalur non prosedural.

“Insya Allah besok Rabu jenazahnya tiba di Bandara Internasional Lombok,” kata H. Suharto kepada KabarBerita, Senin (7/7).

Politisi partai NasDem itu mengatakan komitmennya untuk memperjuangkan pemulangan almarhum Ahmad, TKI non prosedural dengan bantuan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal agar bisa diterima dengan baik oleh pihak keluarga.

“Karena non prosedural jadi TKI , saya perjuangkan pemulangannya. Saya meminta bantuan langsung ke pak Gubernur Lalu Muhammad Iqbal agar proses pemulangan jenazah tidak banyak Hambatan,” pungkasnya.

Dikatakan anggota Komisi IV DPRD NTB ini, setiap warga memiliki hak asasi yang sama dimuka bumi Indonesia ketika meninggal dunia di luar negeri maka harus diperjuangkan agar bisa dipulangkan ke haribaan bumi pertiwi terlepas ia tercatat sebagai tenaga kerja prosedural atau non prosedural. Negara kata H. Suharto harus hadir untuk rakyatnya.

“Saya sebagai wakil Rakyat Lobar mengedepankan penghormatan terhadap jasad manusianya yang memiliki hak azazi yang sama di muka bumi Indonesia ini, ketika meninggal di luar negeri mau prosedural atau non prosedural negara harus hadir untuk Rakyatnya,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima KabarBerita dari pihak keluarga almarhum, Ahmad meninggal dunia karena sakit. Ia sempat di rawat di Rumah Sakit setempat beberapa hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Jum’at 27 Juni 2025 lalu. Pihak keluarga bahkan sempat mengirimkan uang untuk perawatan almarhum Ahmad sekitar Rp. 57 juta rupiah.

H. Sohibul Kesume juga menyampaikan bahwa awalnya Ahmad berencana akan pulang kampung pada bulan Juni 2025. Namun tiba-tiba ia jatuh sakit dan meninggal dunia.

“Jadi rencananya Juni dia mau pulang tapi tiba-tiba jatuh sakit. Jadi kami keluarga juga sempat kirimkan uang untuk perawatan rumah sakit sekitar Rp. 57 juta rupiah. Tapi pada hari Jum’at 27 Juni kami menerima kabar dia meninggal,” tutur H. Sohibul Kusume.

Lebih lanjut, H. Sohibul menyampaikan harapan terbesar pihak keluarga adalah almarhum Ahmad bisa dipulangkan ke rumah. Meski almarhum Ahmad sendiri pergi ke Malaysia melalui jalur non prosedural.

“Alhamdulillah atas bantuan pak Gubernur NTB dan H. Suharto anggota DPRD NTB, saudara kami almarhum Ahmad akhirnya bisa dipulangkan. Insya Allah jenazah akan sampai di BIL pada hari Rabu besok pukul 06.00 wita,” ungkap H. Sohibul penuh syukur.

Penulis : Dedy Supiandi

Related Posts

Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

Mataram (KabarBerita) – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan makna tersendiri bagi daerah. Bertepatan dengan momentum usia ke-54 Gubernur Nusa Tenggara Barat,…

Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

“Kami dari Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah daerah, baik pemerintah kota, pemerintah provinsi maupun Dinas Tenaga Kerja, agar segera mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Mataram (KabarBerita) — Anggota Komisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto

AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto