Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Keluhkan Harga Racun Hama Padi Melambung Tinggi

LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pemerintah sebelumnya telah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Hal ini disambut baik oleh petani, pasalnya penurunan terjadi pada awal musim tanam padi 2025. Namun tidak dibarengi dengan harga racun hama atau pestisida yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dipasaran.

Kenaikan harga racun, masih dikeluhkan petani khusus petani padi. Sebab harga racun hama padi saat ini tembus diharga 200 ribu lebih. Adanya kenaikan ini maka pengeluaran dalam pengelolaan tanaman hingga masa panen tiba semakin bertambah. “Baru satu bulan kami tanam padi banyak pengeluaran yang kami keluarkan. Apalagi harga racun hama atau pestisida sekarang mahal,”keluh Haris petani milenial asal Lombok Tengah kepada KabarBerita pada, Jumat (12/12/2025).

Ia menuturkan, beli satu produk pestisida atau racun yang digunakan untuk menyemprot padi mengeluarkan biayaย  mencapai Rp 200 ribu lebih. “Kami beli satu produk racun (pestisida,red) mengeluarkan ratusan, jika kami beli dua atau tiga produk makanya kami mengeluarkan uang mencapai Rp 500 ribu.ย  Ini sekali penyemprotan,”tuturnya.

Haris memiliki lahan tanaman padi sekitaran 1 hektar lebih. Ia berharap ada kebijakan dari pemerintah supaya harga pestisida atau racun diturunkan seperti harga pupuk subsidi. Agar petani tidak banyak pengeluaran hingga panen. “Kami berharap kepada pemerintah, ada subsidi untuk racun (pestisida,red) seperti pupuk. Percuma pupuk bersubsidi diturunkan tapi harga racun naik, sama saja kami mengeluarkan biaya tinggi,”ucapnya seraya berharap.

Sedana juga disampaikan, Amir yang juga baru mulai tanam padi. Ia menuturkan sudah mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk membeli pupuk dan racun. “Banyak pengeluaran saya musim tanam tahun ini. Khususnya untuk membeli racun yang cukup tinggi,”ucapnya.

Amir juga berharap, supaya harga racun dipasaran turun seperti harga pupuk bersubsidi yang mengalami penurunan mencapai 20 persen dari harga sebelumnya. “Ya kami berharap juga jangan harga pupuk bersubsidi yang turun. Tapi pemerintah juga harus perhatikan harga racun. Paling tidak disubsidi supaya kami lebih bergairah bertani,”pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis , Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.

Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram. (red).
  • Related Posts

    Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

    Lombok Barat(KabarBerita) โ€” Abrasi pantai kembali menghantam pesisir Batulayar, Lombok Barat. Gelombang laut yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menggerus bibir pantai Desa Meninting, menyisakan tebing pasir curam dan menyulitkan…

    16 Miliar BTT Disiapkan Pemprov NTB untuk Tangani Bencana Hidrometeorologi

    MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar untuk penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah di NTB. Kepala Pelaksana…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Warnai HPN 2026 Serang

    Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

    Abrasi Terjang Pesisir Batulayar, Nelayan Meninting Gotong Royong Pulihkan Pantai

    Keluhkan Menu MBG, Sekolah Bisa Ajukan Pindah Dapur

    Keluhkan Menu MBG, Sekolah Bisa Ajukan Pindah Dapur

    Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

    Dari 50 Kelurahan, Baru 5 Siap Bangun Kantor KDMP di Mataram

    16 Miliar BTT Disiapkan Pemprov NTB untuk Tangani Bencana Hidrometeorologi

    16 Miliar BTT Disiapkan Pemprov NTB untuk Tangani Bencana Hidrometeorologi

    PWI NTB Peduli Buka “Open Donasi” Saatnya Bergerak Bersama

    PWI NTB Peduli Buka “Open Donasi” Saatnya Bergerak Bersama