
MATARAM (KabarBerita)-Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan penjualan tiket gelaran event MotoGP Mandalika 2025 sudah habis terjual 100 persen hingga saat ini.
“Sudah habis tiket (MotoGP Mandalika, red) Alhamdulillah. Sudah diatur dengan baik untuk habis tiketnya,”kata Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB saat ditemui awak media pada Jumat (3/03/2025).
Bahkan, lanjut Iqbal, penjualan tiket sudah melebihi dari terget yang akan hadir menyaksikan secara langsung ajang balap motor kelas internasional ini yaitu 121.000 penonton. “InsyaAllah, bisa lebih dari 120 ribu penonton. Sudah habis tiket. Kemarin kan saya ke sana mengecek langsung,”tambahnya.
Gelaran event MotoGP Mandalika tahun ini akan berlangsung selama tiga hari. Mulai tanggal 3-5 Oktober 2025. Untuk kesiapan gelaran event tersebut, kata Iqbal, secara keseluruhannya sudah menyentuh 100 persen. Mulai dari infrastruktur, medis, dan sebagainya. Termasuk penerimaan masyarakat setempat. “Persiapan-persiapan alhmdulillah sudah selesai, infrastruktur bagus, sudah diperbaiki dengan bantuan pusat juga, perbaikan lampu-lampu juga sudah selesai semua. Dan saya masuk ke kampung-kampung,menanyakan, mereka (masyarakat,red) juga merasa tenang, nyaman, lancar kali ini tidak ada kendala,” ungkapnya.
Untuk kesiapan NTB menjadi tuan rumah gelaran event MotoGP Mandalika 2025 mendapatkan pujian langsung dari CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. Menurutnya, tahun ini banyak peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Saya juga sudah ketemu secara langsung dengan bosnya, pemilik (MotoGP) Dorna. Ia mengapresiasi banyak peningkatan, dia (Dorna) melihat upaya kita untuk membuat event ini berbeda dengan event MotoGP yang lain itu makin kelihatan, jadi banyak hal-hal yang berubah,” ucapnya.
Terlebih, kata Iqbal, dari pengalamannya melihat gelaran evant MotoGP yang dilaksanakan diluar sama saja modelnya. Jika dilihat dari segi balapan, MotoGP Mandalika tidak jauh berbeda dengan balapan di sirkuit lainnya. Hanya saja, penyelenggara MotoGP Mandalika mencoba memberikan nuansa lokal agar terasa beda dengan gelaran MotoGP yang ada diluar. “Jadi kita memberikan nuansa lokal di MotoGP Mandalika, supaya MotoGP (Mandalika) ini berbeda dengan MotoGP lainnya. Dan supaya masyarakat kita merasa memiliki ketika ada kehadiran mereka disini,”pungkasnya. (Sal/red).







