
Sumbawa, (KabarBerita) – Bupati Sumbawa Saifudin Jarot melepas jagung ekspor perdana dengan negara tujuan Filipina, pada Selasa (24/6).
Jarot mengatakan Jagung perdana yang akan diekspor menuju Filipina ini berjumlah 6.000 ton untuk tahap I dan masih ada tahap pengiriman selanjutnya.
“Untuk tahap I, kami akan mengirim 6000 ton dulu, dan kami akan mengirim lagi untuk tahap selanjutnya, karena negara Filipina membutuhkan 20.000 ton dari kami,” kata Saifudin Jarot.
Jarot juga menambahkan jagung yang akan di ekspor ini adalah jagung yang sudah ada spesifikasi khusus sesuai dengan demand dari negara yang membutuhkan.
“Spesifikasi jagung yang diekspor itu bisa dilihat melaui kadar air yang sudah disesuaikan, sudah disortir dari para pengelola jagung dan mitra, sesuai dengan standar demand dari luar negeri karena pengiriman tergantung dari demand,” pungkasnya.
Berdasarkan data, luas lahan penanaman jagung dan jumlah jagung yang dipanen pertahun sebanyak 98.000 hektar dan untuk hasil panen pada tahun 2024 itu mencapai 715.000 ton dan untuk tahun ini diprediksi akan naik.
Jarot mengatakan dari 98.000 hektar luas lahan, baru 60.000 hektar yang sudah dipanen karena masih terkendala mesin untuk melakukan panen di setiap wilayah.
“Jdi kami butuhkan alat untuk meningkatkan efisiensi waktu masa panen dan mempercepat proses panen supaya hasilnya cepat terlihat,” ujarnya.
Dalam acara pelepasan jagung ke Filipina ini dihadiri oleh Menteri pertanian yang diwakili oleh Tenaga ahli prof. Hasil Sembiring, Asisten II Setda NTB Lalu Mohamad Faozal dan beberapa OPD yang ada di Kabupaten Sumbawa. (Red)






