Juru Parkir di Mataram Pertanyakan Transparansi Bagi Hasil Retribusi QRIS

Mataram(KabarBerita) – Penerapan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis QRIS di Kota Mataram menuai sorotan dari para juru parkir (jukir). Alih-alih membawa kejelasan dan keadilan, sistem ini justru dinilai menyisakan tanda tanya besar terkait transparansi pembagian hasil retribusi.

‎Salah seorang juru parkir mengungkapkan, dalam perjanjian kerja yang disepakati, jukir seharusnya menerima 50 persen dari total omzet parkir. Namun dalam praktiknya, mereka kerap hanya menerima sekitar 30 persen, sementara sisanya disebut masih tersimpan disistem.

‎“Kami sering tanya kenapa yang kami terima cuma segini. Jawabannya selalu sama, katanya sisa uang masih tersimpan di sistem,” ujar seorang jukir dengan nada kecewa. Persoalannya, sistem yang dimaksud tak pernah dijelaskan secara gamblang, dan insentif yang disebut-sebut tersimpan itu tak pernah benar-benar diterima.

‎Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan di kalangan jukir adanya oknum petugas yang bermain di balik pengelolaan retribusi.

‎Keluhan serupa disampaikan juru parkir lainnya. Selain pembagian hasil yang dinilai tak sesuai komitmen kontrak, mereka juga mempertanyakan pola perhitungan omzet retribusi yang diberlakukan per hari, tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan.

‎“Kalau toko tempat kami bertugas tutup, tetap saja omzet harian dihitung penuh. Padahal jelas tidak ada pemasukan,” ungkapnya.

‎Tak hanya itu, ketika jukir berhalangan bertugas karena sakit atau alasan mendesak lainnya, kewajiban setoran tetap dibebankan. Jika tidak terpenuhi, kekurangan tersebut dicatat sebagai piutang yang harus ditanggung juru parkir.

‎Beragam persoalan ini memperkuat tuntutan para juru parkir agar pengelolaan retribusi parkir, khususnya yang berbasis QRIS, dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel. Mereka berharap ada kejelasan sistem, keterbukaan data omzet, serta evaluasi menyeluruh agar tidak ada pihak yang dirugikan di lapangan.

  • Related Posts

    Irawan Tagih Keseriusan BKD, Pajak Kos Elite Jangan Sekadar Wacana

    ‎Mataram(KabarBerita)– Rencana Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram untuk mendata kos-kosan elite yang diduga beroperasi layaknya hotel mendapat dukungan dari DPRD Kota Mataram. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan…

    Kos Elite Menjamur, Camat Cakranegara: Kami Hanya Awasi Ketertiban, Bukan Operasionalnya

    Mataram (KabarBerita) – Fenomena menjamurnya kos-kosan elite di Kota Mataram terus menjadi sorotan. Di tengah berkembangnya bisnis hunian tersebut, pemerintah kecamatan mengakui kewenangannya sangat terbatas dan hanya menyentuh aspek ketenteraman…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Kasus Dugaan Pembakaran Santri, Iwan Slank Minta Publik Tidak Menghakimi Pengelola Ponpes

    Kasus Dugaan Pembakaran Santri, Iwan Slank Minta Publik Tidak Menghakimi Pengelola Ponpes

    Kemenhaj NTB Pastikan Hak Jamaah Haji Yang Wafat Terpenuhi, Ahli Waris Dapat Ansurani

    Kemenhaj NTB Pastikan Hak Jamaah Haji Yang Wafat Terpenuhi, Ahli Waris Dapat Ansurani

    Sebanyak 11 Jamaah haji Asal NTB dilaporkan wafat di Tanah Suci

    Sebanyak 11 Jamaah haji Asal NTB dilaporkan wafat di Tanah Suci

    Sebanyak 1.963 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Lombok

    Sebanyak 1.963 Jemaah dan Petugas Haji Telah Tiba di Lombok

    Gubernur NTB: Marwah MTQ Ada di Tangan Dewan Hakim

    Gubernur NTB: Marwah MTQ Ada di Tangan Dewan Hakim

    The Mandalika Terus Berupaya Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat

    The Mandalika Terus Berupaya Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat