Komisi IV Soroti Borosnya Honor Narasumber di RAPBD 2026

Mataram(KabarBerita) – Pembahasan RAPBD Kota Mataram 2026 kembali menjadi sorotan saat Komisi IV DPRD Kota Mataram menggelar rapat bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan DP3A. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pos anggaran dinilai janggal karena sarat belanja-belanja tidak prioritas, mulai dari honorarium narasumber hingga perjalanan dinas dalam kota.

‎Anggota Komisi IV, Muhibit Tobirin, menjadi yang pertama menyoroti tumpukan anggaran honor yang tersebar pada berbagai kegiatan OPD.

‎”Di sini banyak sekali, mungkin dari lembaran-lembaran ini, semua lembaran ada honorarium narasumber. Honorariumnya sangat lumayan. Kayaknya semua OPD mencantumkan honor narasumber. Narasumber yang seperti apa? Dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DP3A. Banyak sekali honorarium narasumber di sini. Termasuk juga perjalanan dinas dalam kota,” tegasnya.

‎Sorotan ini menguat karena pemerintah pusat masih memberlakukan aturan ketat terkait efisiensi anggaran. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Komisi IV, Herman, A.Md, yang mengingatkan bahwa efisiensi bukan sekadar himbauan, tetapi mandat nasional.

‎”Kita tahu bahwa ada Inpres Nomor 1 tentang efisiensi yang belum dicabut sampai saat ini. Itu pegangan seluruh pemerintah daerah. Sudah jelas Inpres itu menegaskan ada belanja-belanja rutin yang harus ditekan karena tidak efektif,” ujarnya.

‎Herman menambahkan bahwa tekanan fiskal Kota Mataram makin berat setelah Transfer Ke Daerah (TKD) menurun drastis. Kondisi ini, katanya, mengharuskan seluruh OPD lebih cermat dan selektif dalam menyusun anggaran.

‎”Ini akan kita sampaikan juga nanti di rapat gabungan, mengingatkan Pak Sekda selaku Ketua TAPD. Karena kita punya masalah fiskal daerah akibat TKD yang berkurang lebih dari Rp300 miliar. Maka efektivitas anggaran harus benar-benar dijalankan dalam perencanaan,” tegasnya.

‎Dengan fiskal yang kian ketat, DPRD meminta OPD lebih fokus pada program prioritas, bukan pada kegiatan seremonial maupun honorarium yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat.

  • Related Posts

    Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

    Mataram(KabarBerita)— Dinas Perdagangan Kota Mataram menargetkan proses tender lanjutan proyek revitalisasi Pasar Cakranegara atau Pasar Cakra mulai dilakukan bulan ini. Saat ini, penyusunan dokumen perencanaan masih terus dimatangkan sebelum diserahkan…

    Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

    Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram hingga kini masih mempertahankan penyegelan proyek pembangunan perumahan di kawasan Batu Mandiri, Sekarbela. Penyegelan yang dilakukan beberapa bulan lalu itu belum dicabut karena pengembang dinilai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

    Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

    Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

    Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

    Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

    Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

    99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

    99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

    Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

    Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

    Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB

    Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB