Pembebasan Lahan Bypass Lembar-Kayangan, Abdul Hadi : Perlu Komunikasi Intens Pusat dan Daerah

Mataram, (KabarBerita) — Berbagai tahapan pembangunan jalan Bypass Lembar-Kayangan tengah dilakukan oleh pemerintah, termasuk mempersiapkan pembebasan lahan untuk jalan yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur itu.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Abdul Hadi meminta pemerintah pusat agar intens membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun pemerintah Kabupaten/Kota guna meminimalisir kemungkinan terhambatnya pengerjaan mega proyek itu akibat pembebasan lahan.

“Kami minta agar pusat membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sehingga pembebasan lahan yang sering jadi masalah dalam proses pembangunan jalan bisa diminimalisir,” kata H. Abdul Hadi saat ditemui di Lombok Barat, Senin (16/12).

Ia mengatakan saat ini rencana pembangunan port to port dari Lembar ke Kayangan yang akan melalui jalur Selatan sudah on going proses dengan target pengerjaan di tahun 2027 mendatang.

“Pihak kementrian sudah menerima tinggal menyegerakan proses ini dan pelaksanaannya bisa diakhir ataupun di awal tahun 2027 mendatang,” pungkasnya.

Politisi PKS ini juga tetap mendorong agar percepatan pembangunan jalan Bypass Lembar-Kayangan bisa dilakukan.

“Tinggal saat ini penyempurnaan detail engineering desain (DED) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) setelah dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS),” ujarnya.

H. Abdul Hadi juga menyampaikan jika anggaran pembangunan jalan Bypass Lembar-Kayangan ini akan menelan anggaran sekitar Rp. 2 triliun hingga Rp. 3 triliun jauh lebih sedikit dari cencana awal pembangunan jalan tol yang bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp. 22 triliun.

Dari estimasi besaran anggaran itu, maka politisi kelahiran Lombok Timur ini menilai jalan Bypass lebih realistis dari jalan tol, baik dari sisi bisnis maupun manfaatnya.

“Karena tol itu bisnis sifatnya, sehingga kemampuan masyarakat untuk membayar tol tidak bisa. Apalagi banyak catatan di daerah lain tol yang sudah terbangun masih sepi penggunanya,” katanya.

Sebagai informasi, jalan bypass Lembar-Kayangan ini akan dibangun melalui jalur selatan dari Pelabuhan Lembar, terus Gerung menuju Lombok Tengah dan Keruak hingga Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Jalan ini diperkirakan akan memiliki panjang sekitar 80 kilometer. (Red)

Related Posts

394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui juru Bicara (Jubir) Gubernur Ahsanul Khalik menjelaskan Pemprov telah menyalurkan tali asih ke 394 orang yang tidak masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…

Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

MATARAM (KabarBerita) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB Dr. Zamroni Aziz menegaskan toleransi beragama menjadi salah satu pilar kuat membangun bangsa Indonesia. “Ini adalah bingkai Bhineka Tunggal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota

Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota