
Mataram(KabarBerita)– Pemerintah Kota Mataram dinilai perlu segera mengambil langkah strategis dan menyeluruh untuk membenahi kualitas pendidikan. Pembenahan tersebut mencakup peningkatan sarana dan prasarana (sarpras), penguatan sumber daya manusia (SDM) guru, hingga kebijakan penempatan kepala sekolah.
“Harus ada langkah konkret dari Pemda dalam membenahi kualitas pendidikan di Mataram,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Herman, saat ditemui di Kantor DPRD, Selasa (5/8).
Menurut Herman, pembenahan sarana dan prasarana sangat diperlukan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran kota. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak akan efektif tanpa diiringi peningkatan kualitas guru.
“Pembenahan sarpras dan peningkatan kualitas SDM mutlak diperlukan jika kita ingin kualitas pembelajaran yang merata di semua sekolah,” tegasnya.
Herman juga mendorong agar rotasi atau rolling kepala sekolah dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penyegaran manajemen dan upaya pemerataan mutu pendidikan. Ia menyarankan agar kepala sekolah yang telah terbukti berprestasi diberikan tantangan baru di sekolah-sekolah yang tertinggal.
“Ada baiknya kepala sekolah yang sudah terbukti berprestasi ditempatkan di sekolah-sekolah pinggiran. Ini bisa menjadi stimulan agar sekolah-sekolah yang selama ini tertinggal ikut berkembang,” ujarnya.
Selain itu, Herman menyoroti pentingnya proses seleksi kepala sekolah yang lebih ketat dan objektif. Menurutnya, calon kepala sekolah harus disaring bukan hanya dari aspek administratif, tetapi juga dari kapasitas kepemimpinan, inovasi, dan komitmen dalam memajukan mutu pendidikan.
“Proses penjaringan calon kepala sekolah harus dibenahi. Guru yang ingin menjadi kepala sekolah tidak boleh sekadar mengejar jabatan atau ‘kursi empuk’. Mereka harus punya visi, integritas, dan komitmen yang jelas terhadap kemajuan pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herman menekankan bahwa pemerataan distribusi guru dan kepala sekolah menjadi kunci penting untuk memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal, baik di pusat kota maupun di wilayah pinggiran.
“Pendidikan yang berkualitas harus bisa diakses secara merata. Jangan sampai ada sekolah yang termarjinalkan hanya karena letaknya jauh dari pusat kota,” pungkasnya.







