Pemkot Mataram Hati-Hati Tentukan Nasib Kontrak Mataram Mall ‎

Mataram(KabarBerita)– Pemerintah Kota Mataram belum ingin mengambil keputusan cepat terkait kelanjutan pengelolaan Mataram Mall, yang kontraknya akan berakhir pada 2026. Pemkot menegaskan langkah kehati-hatian diperlukan karena menyangkut pengelolaan aset daerah bernilai besar.

‎Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menyampaikan bahwa Pemkot masih mempelajari masukan dari berbagai pihak, termasuk hasil kajian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

‎“Kita baru menerima pendapat dari kejaksaan. Setelah ini kita akan bertemu lagi dengan tim hukum dan OPD terkait. Kami ingin semuanya terang benderang dan jelas agar masyarakat juga tahu, karena ini menyangkut aset yang sudah lama dibangun,” ujarnya.

‎Menurut Alwan, tidak ada kendala dalam pembahasan. Pemkot hanya masih mengumpulkan semua informasi secara lengkap. Proses ini melibatkan banyak unsur, mulai dari tim internal Pemkot hingga lembaga penegak hukum.

‎Salah satu fokus kajian adalah soal kewajiban pengelola Mataram Mall yang belum dipenuhi, termasuk tunggakan pembayaran. Nilainya masih dihitung oleh Badan Keuangan Daerah (BKD), dan telah masuk dalam catatan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

‎“Kita juga melibatkan tim appraisal untuk menilai besaran royalti yang pantas diterima daerah dari kerja sama Mataram Mall,” jelas Sekda.

‎Pemkot juga akan membahas dugaan adanya aset yang berpindah tangan, yang informasinya muncul saat proses kajian dilakukan. Hal ini akan dibahas ketika Pemkot bertemu kembali dengan pengelola, PT Pasifik Cilinaya Fantasi.

‎Sementara itu, tawaran royalti dari pengelola sebesar Rp600 juta pada 2026 juga belum bisa diputuskan. Menurut Sekda, angka tersebut membutuhkan kajian khusus agar sesuai kondisi aktual pengelolaan Mataram Mall.

‎“Kami tidak mau gegabah. Keputusan harus tepat, dan nilainya harus mempertimbangkan kondisi di lapangan. Semua prosesnya akan diputuskan bersama tim,” tegas Alwan.

‎Ia menegaskan, Pemkot Mataram tidak ingin mengambil kebijakan terburu-buru. Kajian komprehensif dianggap penting untuk memastikan pengelolaan aset daerah berjalan transparan, adil, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat

  • Related Posts

    Uang Lembur Masuk TPP, Tambahan Penghasilan ASN Mataram Berpeluang Naik

    Mataram(KabarBerita)– Pemerintah Kota Mataram tengah mengkaji perubahan skema Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK. Salah satu perubahan yang disiapkan adalah mengintegrasikan uang lembur…

    Limbah Pasar Ikan Bintaro Masih Mengalir ke Got, Pemkot Mataram Tunggu IPAL dari KKP

    ‎Mataram(KabarBerita)– Persoalan limbah di Pasar Ikan Bintaro, Kota Mataram, belum sepenuhnya teratasi. Ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) membuat limbah cair dari aktivitas pasar masih berpotensi meluap dan mengalir ke…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Tujuh Kursi Komisioner KPID NTB Diperebutkan 98 Orang Peserta Ikut Seleksi, Didominasi Warga Kota Mataram

    Tujuh Kursi Komisioner KPID NTB Diperebutkan 98 Orang Peserta Ikut Seleksi, Didominasi Warga Kota Mataram

    Mengisi Kekosongan Kepemimpinan Bupati Lobar, Ummi Nurul Adha Janji  Jalankan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

    Mengisi Kekosongan Kepemimpinan Bupati Lobar, Ummi Nurul Adha Janji  Jalankan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

    Uang Lembur Masuk TPP, Tambahan Penghasilan ASN Mataram Berpeluang Naik

    Uang Lembur Masuk TPP, Tambahan Penghasilan ASN Mataram Berpeluang Naik

    Limbah Pasar Ikan Bintaro Masih Mengalir ke Got, Pemkot Mataram Tunggu IPAL dari KKP

    Limbah Pasar Ikan Bintaro Masih Mengalir ke Got, Pemkot Mataram Tunggu IPAL dari KKP

    Dua Kali Ditegur, Pedagang Keliling yang Gunakan Trotoar di Mataram Terancam Ditindak

    Dua Kali Ditegur, Pedagang Keliling yang Gunakan Trotoar di Mataram Terancam Ditindak

    Pemkot Mataram Pastikan Seluruh Kerugian Negara Temuan BPK Sudah Dikembalikan

    Pemkot Mataram Pastikan Seluruh Kerugian Negara Temuan BPK Sudah Dikembalikan