
Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram akhirnya menemukan solusi atas persoalan kesemrawutan yang ditimbulkan oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di depan kawasan eks Bandara Selaparang, Jalan Adisucipto, Kota Mataram. Solusi tersebut menyusul adanya kesanggupan PT Angkasa Pura untuk memfasilitasi relokasi PKL dengan memanfaatkan lahan parkir eks bandara sebagai lokasi berjualan.
Camat Ampenan, Muzakir Walad, mengatakan kesepakatan itu dicapai setelah pertemuan antara pihak Pemerintah Kota Mataram dan PT Angkasa Pura. Dalam pertemuan tersebut, Angkasa Pura menyatakan kesiapan mengakomodasi para PKL agar dapat berjualan di dalam area eks bandara.
“Kita sudah bertemu dengan pihak Angkasa Pura yang akan mengakomodir para PKL untuk bisa menggunakan lahan parkir sebagai lokasi berjualan,” ujar Muzakir, Kamis (5/2).
Pertemuan tersebut juga dihadiri Camat Selaparang serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam forum itu, turut disepakati waktu pelaksanaan relokasi PKL, yang penataannya akan diawali melalui kegiatan Ramadhan Fest di kawasan eks Bandara Selaparang.
Muzakir menjelaskan, pemindahan PKL ke lahan parkir eks bandara tidak hanya berlaku selama bulan Ramadan. Relokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga dua tahun ke depan, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk dipermanenkan.
Namun demikian, rencana permanenisasi tersebut masih bersifat tentatif. Pasalnya, sebagian lahan eks bandara telah dikerjasamakan oleh Angkasa Pura dengan pihak investor. Jika ke depan mitra swasta mulai memanfaatkan area tersebut, maka opsi permanen akan kembali dipertimbangkan.
“Kalau untuk lokasi permanen, ada tawaran memanfaatkan parkiran sisi timur. Ini yang akan kami laporkan ke Pak Wali Kota. Jika disetujui, dalam pekan ini kita bisa langsung melakukan penertiban,” jelasnya.
Selain menata keberadaan PKL, Muzakir menegaskan penataan juga akan menyasar area parkir yang selama ini dinilai turut memicu kesemrawutan di sekitar kawasan eks bandara.
Dalam kesepakatan tersebut, Angkasa Pura melalui Koperasi Angkasa Pura (Kokapura) akan bertindak sebagai pengelola kawasan, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pengaturan parkir.
“Terkait parkiran, nanti Angkasa Pura yang akan berkoordinasi langsung dengan Dishub, terutama soal perizinan Ramadhan Fest,” katanya.
Usai Ramadhan Fest, aktivitas PKL di kawasan tersebut akan tetap berlanjut. Seluruh PKL, baik yang selama ini berada di sisi utara maupun selatan jalan, akan diarahkan masuk ke dalam area eks bandara. Dengan demikian, trotoar di sepanjang Jalan Adisucipto diharapkan kembali steril dari aktivitas PKL maupun parkir kendaraan.







