
Mataram (KabarBerita) – Dalam rangka menyambut HUT NTB ke-67 dan tahun baru 2026, Pemerintah NTB akan menggelar tasyakuran dan Dzikir bersama dengan tajuk NTB Bermunajat. Pemprov akan fokus pada tasyakuran HUT NTB dan meniadakan perayaan tahun baru 2026.
“Jadi tanggal 17 desember 2025 malam, nanti kita akan adakan acara Dzikiran dengan sebutan NTB bermunajat dan untuk acara tahun baru kita tidak merayakannya secara berlebihan, kita lebih ke arah HUT NTB saja,” kata Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, Jum’at (5/12).
Alasannya kata Gubernur Iqbal untuk menghormati warga yang sedang berkabung karena bencana alam banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Jadi tidak akan kita adakan acara besar-besaran untuk menyambut tahun baru 2026 ini, karena banyak warga kita, baik NTB, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa bencana,” tegasnya.
Saat ini Pemprov NTB tengah menyiapkan bantuan untuk daerah yang tertimpa bencana. Bantuan akan didroping setelah ada data resmi dari BNPB terkait kebutuhan yang mendesak. Pemprov juga berencana akan membuka donasi bagi masyarakat umum yang ingin ikut meringankan beban warga yang menjadi korban banjir dan tanah longsor.
“Jadi kita tunggu informasinya dari BNPB, apa yang menjadi hal mendesak disana (Sumbar, Sumut, Aceh), jika uang maka kita akan kirimkan uang, dan dalam 1 atau 2 hari akan kita buka untuk masyarakat umum yang ingin berdonasi,” terang Eks Dubes Indonesia Untuk Turki itu. (Wira)






