Penggabungan OPD Diharapkan Sesuai Dengan Beban Kerja

MATARAM (KabarBerita) – Langkah restrukturalisasi (perampingan) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB yang tengah digodok Pemprov NTB mendapatkan tanggapan DPRD NTB. Dewan mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB supaya perampingan OPD dilakukan sesuai dengan beban kerja, sehingga tidak berdampak pada terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tidak tepat, penggabungan OPD itu bisa menggangu pelayanan,” terang Anggota DPRD NTB, Lalu Arif Rahman di Mataram, Senin (24/3).

Lalu Arif tidak menampik restrukturalisasi OPD dalam rangka menerapkan efisiensi. Namun demikin menurut politisi Nasdem itu beberapa OPD strategis tidak dapat digabungkan. Ini berkenaan dengan beban kerja yang tidak ringan. Dicontohkannya rencana Dinas Kesehatan yang mau digabungkan dengan Dinas Sosial NTB.

“Dua ini jangan digabung. Karena beban kerja mereka besar-besar. Walapun asal satu rumpun,” terang wakil rakyat Dapil VII Lombok Tengah itu.

Arif menyarankan Pemprov bisa lebih mengkaji lagi beban kerja masing-masing OPD. Untuk mengukur layak tidaknya digabung.

“Perlu dilihat beban kerja SKPD. Kalau terlalu numpuk, kinerjanya tidak bisa maksimal,” ujar anggota Komisi II DPRD NTB itu.

Adapun posisi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Arif sendiri setuju digabungkan dengan Dinsos NTB. Meski beberapa komunitas perempuan belakangan ini meminta supaya DP3AP2KB tetap berdiri sendiri.

“Yang ini saya setuju digabungkan karena beban kerjanya rendah,” katanya.

Lalu rencana penggabungan tiga Dinas yaitu Perdagangan digabungkan dengan Perindustrian, Koperasi dan UMKM menjadi satu pun kurang disetujui politisi Nasdem tersebut.

“Perdagangan dan perindustrian bisa. Tapi perindustrian dengan Dinas Koperasi UMKM menurut saya tidak bisa digabungkan,” katanya.

Arif mengatakan selain melihat aspek beban kerja, perampingan OPD juga harus mengacu dengan kementerian/lembaga (KL) di Pusat. Dinas di daerah harus punya cantolan dengan pemerintah pusat.

“Dinas-dinas yang punya departemen tersendiri dalam rangka koordinasi. Sehingga Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi jangan digabungkan. Karena tidak punya cantolan di pusat. Lain halnya Perindustrian dan Perdagangan nyantol jelas. Ada kementerian tersendiri,” ujar Arif.

Berikutnya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Ketahanan Pangan yang hendak digabungkan Pemprov disetujui mantan anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah itu.

“Ini saya sepakat. Untuk memudahkan koordinasi dengan pusat. Sama halnya dengan Dinas Pariwisata dengan Ekonomi Kreatif, itu udah pas,” ujarnya.

Arif mengingatkan Pemprov NTB, bahwa penggabungan OPD diharapkan tetap linier dengan pemerintah pusat. Namun demikian seluruh draft restktrukturalisasi itu nantinyan akan dibahas di DPRD NTB.

“Nanti kita buatkan Pansusnya. Nanti akan dibuat tim teknis juga,” pungkasnya.

Related Posts

Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

MATARAM (KabarBerita) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Evi Apita Maya, menggelar Sosialisasi Kelompok MPR RI yang berfokus pada penguatan Empat Pilar Kebangsaan. Yaitu…

Penetapan 10 Ketua DPC PKB Se-NTB, Akhdiansyah : PKB Siap Jemput Kemenangan Pemilu Daerah dan Nasional

“Insya allah team hijau bangkit dan menang dibawah pimpinan pak ketua DPW Lalu Hadrian Irfani akan terbangun sinergi dan solidaritas menuju kemenangan PKB di NTB,”   Mataram (KabarBerita) — Dewan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan