
MATARAM (KabarBerita)-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan III 2025 menunjukkan tren positif.
Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin menyampaikan secara kuartalan (q-to-q), ekonomi NTB tumbuh 3,91 persen dibandingkan Triwulan II-2025. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 40,71 persen.
Sementara, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,00 persen. Kontributor tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 66,65 persen. “Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,89 persen,”kata Wahyudin saat press release di Mataram kemarin.
Secara komulatif, ekonomi NTB pada periode Triwulan I-2025 sampai dengan Triwulan III-2025 dibandingkan selama periode Triwulan I 2024 sampai dengan Triwulan III-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 0,22 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 54,86 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,25 persen.
Lanjut, Wahyudin menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III-2025 didorong oleh peningkatan kinerja pada kategori industri pengolahan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas produksi smelter. Namun demikian, laju pertumbuhan ekonomi NTB tertahan oleh kontraksi pada kategori pertambangan dan penggalian Lainnya. Sementara itu, 15 kategori lainnya masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Disisi lain, kategori pertambangan dan penggalian lainnya mengalami kontraksi, yang disebabkan oleh penurunan produksi konsentrat sebagai dampak dari pelarangan ekspor konsentrat kering. Namun demikian, sejak awal bulan Oktober 2025 telah diterbitkannya ijin ekspor konsentrat.
Disamping itu, dari kategori penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Kondisi ini tercermin dari kenaikan jumlah tamu yang menginap di hotel bintang dan non-bintang sebesar 28,16 persen (y-on-y).
Sedangkan dari kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai kontributor terbesar pada PDRB Provinsi NTB (22,92 persen), turut mengalami pertumbuhan positif. Peningkatan ini antara lain didorong oleh kenaikan produksi padi sebesar 37,15 persen, meskipun pertumbuhan kategori ini tertahan oleh penurunan produksi jagung sebesar 21,35 persen.
Dari sisi PDRB menurut pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, pengeluaran konsumsi rumah tangga, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Sementara, pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran tertahan oleh masih terkontraksinya komponan ekspor barang dan jasa sejalan dengan tidak adanya ekspor komoditas konsentrat tembaga dimana ekspor luar negeri terkontraksi sebesar 56,11 persen (y-on-y). (red).






