Pertumbuhan Ekonomi Minus, ini Tanggapan Sekda NTB

Mataram, (KabarBerita) – Pertumbuhan ekonomi NTB yang mengalami kontraksi sebesar -0,82% year on year (y on y) di semester II 2025 menjadi perhatian yang harus segera dicarikan solusinya oleh Pemprov NTB.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB L. Mohamad Faozal menegaskan bahwa permasalahan tersebut dipicu oleh dimasukannya komponen industri tambang dalam hitungan pertumbuhan ekonomi di NTB.

“Minusnya itu, sekali lagi, minusnya itu karena kita memasukan komponen tambang jadi salah satu porsi dari pertumbuhan. Jika dikeluarkan porsi tambang, maka persentase pertumbuhan kita di 6 koma sekian persen,” tegas Faozal, Senin (6/10) kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dengan berkaca dari rutinitas masyarakat secara keseluruhan untuk daya beli masyarakat masih stabil karena faktor tambang tidak terlalu signifikan pengaruhnya untuk pola kosumsi masyarakat.

“Cukup sehat. Artinya daya beli masyarakat dan lain-lain itu stabil sebenarnya Karena dampak tambang itu dari sisi-sisi daya beli tidak terlalu signifikan. Orang masih happy, di mall masih ramai, di Pasar Kebon Roek masih ramai. Tidak ada terdampak dari sisi itu lo. Maka dampak dari tambang itu sebenarnya tidak terlalu signifkan pada daya beli dan juga pergerakan ekonomi kita,” terangnya.

Terkait minusnya angka pertumbuhan ekonomi NTB berdasarkan angka statistik, Faozal menilai permasalahan ini tidak otomatis menjadi hal yang berdampak secara keseluruhan terhadap pertumbuhan ekonomi NTB, karena menurutnya sektor tambanglah yang menjadi penyumbang angka sehingga pertumbuhan menjadi minus.

“Saya kira tidak terlalu kita merisaukan ketika pertumbuhan itu, tadi minus itu dengan berdampak pada pergerakan ekonomi kita,”imbuhnya.

Faozal menambahkan dari sisi tambang nantinya akan memberikan sumbangsih tersendiri dan mampu mengembalikan angka yang menurut statistik mengalami minus itu menjadi positif dengan adanya ekspor yang diberikan oleh pihak terkait terhadap sektor tambang yang ada di NTB

“Ya pastinya, gini kan itu dia bilang sama BPS, kalau izin ekspor konsentrat ini keluar, artinya AMMAN Mineral sudah dibolehkan melakukan ekspor, berarti di situ kan ada pendapatan di situ. Itu artinya rumusnya adalah memasukkan bahwa tambang ini sudah bergerak maka pertumbuhan kita pasti bergerak,” ucapnya.

“Karena itu tadi tergantung pada bagaimana keputusan dari pusat tentang relaksasi ekspor. Dan AMMAN Mineral sudah melakukan upaya untuk mendorong itu,” ujarnya.

Related Posts

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

MATARAM (KabarBerita) – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal merealisasikan salah satu janji politiknya yakni menyalurkan bantuan dana ke desa-desa dengan spesifikasi khusus yaitu yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem…

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

MATARAM (KabarBerita)–Sinta Agathia M. Iqbal resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2026–2031, menandai penguatan komitmen daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker berbasis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB

Dampingi Mensos, Gubernur NTB Perkuat Sinergi Penanganan Kimiskinan di NTB