
Mataram, (KabarBerita) – Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal memimpin langsung Rapat Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula tengah Pendopo Gubernur NTB, Kamis (14/8).
Dalam Rapat Pimpinan yang berlangsung tertutup itu banyak isu yang di bicarakan seperti, Pergerakan kenaikan harga pangan, menurunnya harga tembakau, dan juga soal efesiensi anggaran.
“Tadi dari BIN mengupdate kita terkait kecendrungan pergerakan harga pangan yang mulai naik (cabai, bawang merah) sedangkan harga tembakau yang mengalami penurunan,” kata Gubernur Lalu Iqbal seusai pimpin rapat Forkopimda.

Miq Iqbal juga mengatakan untuk permasalahan harga yang tak kunjung stabil diperlukan koordinasi antar lini, butuh kerjasama dari semua yang terlibat
“Ini yang perlu kita antisipasi bersama jadi kita perlu bergandengan tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” terangnya.
Miq Iqbal juga menegaskan terkait dengan efisiensi anggaran memang telah dibahas dalam Rapim dan itu berdampak secara menyeluruh.
“Itu kita bahas tadi, karena ini kan dampaknya ke semua, bukan hanya ke Pemda, tapi juga ke temen-temen operasional di lapangan,” pungkasnya.
Lebih lanjut Miq Iqbal mengatakan bahwa ada solusi dari permasalahan ini supaya Pemerintah dan Masyarakat tidak hanya bergantung pada APBN dan APBD tapi dengan menggandeng pihak swasta untuk terlibat dalam menangani efisiensi anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat.
“Sumber lain terutama dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari pihak swasta. Sebagai contoh sekarang kita akan membangun dermaga untuk kapal cepat di Senggigi dan di Mandalika, tidak dari anggaran APBD sama sekali, itu sepenuhnya dari pihak swasta,” terangnya.
Miq Iqbal menambahkan dalam kerjasama dengan pihak swasta yang dipersiapkan oleh Pemda yaitu mengurus perizinannya, menyiapkan kebijakannya, menyiapkan designnya dan konsepnya dan swasta yang merealisasikan.
“Jadi kita dari Pemprov sebagai Katalisator dalam Proses ini dan realisasinya nanti di mitra,” jelasnya. (Red)






