
Mataram(KabarBerita) – Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram resmi bergerak. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, melantik dan mengambil sumpah 103 pejabat struktural dan fungsional di Pendopo Wali Kota Mataram, Jumat (3/10/2025). Dari jumlah tersebut, 12 pejabat eselon II bergeser posisi, 36 pejabat eselon III diganti, dan sisanya pejabat eselon IV. Tiga pejabat juga tercatat mengalami demosi.
Sejumlah posisi strategis turut mengalami perubahan. Baiq Nelly Kusumawati yang sebelumnya menjabat Inspektur Inspektorat kini dipercaya sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kota Mataram. Zarkasyi dari Kepala Kesbangpol dipindahkan sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi.
Irwan Harimansyah yang sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dilantik menjadi Kepala Dinas Perdagangan. Samsul Adnan dari Kepala Dinas Sosial kini memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga. Sementara itu, Sudirman yang sebelumnya Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Perubahan lainnya, Suhartono Toemiran dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan. H. M. Ramadhani dari Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM kini menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Jemmy Nelwan memimpin Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian setelah sebelumnya di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Selain itu, Rudi Suryawan dipindahkan dari Dinas Tenaga Kerja menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Lalu Johari kini menjabat Kepala Dinas Pertanian menggantikan posisinya di Dinas Ketahanan Pangan. Carnoto dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (BP2KB) kini memimpin Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Sedangkan I Nyoman Suwandiasa dari Diskominfo dipercaya sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
Dalam sambutannya, Wali Kota Mohan menegaskan mutasi ini dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata jenjang karier. “Pergantian posisi penting agar pejabat tidak stagnan di satu tempat. Saya berharap dengan posisi baru, ada inovasi dan program yang berdampak pada percepatan visi-misi pemerintah,” ujarnya.
Mohan juga memberikan tenggat enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik untuk menunjukkan kinerja. “Sesuai aturan, setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi. Jadi manfaatkan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pejabat baru agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas, mengingat masyarakat semakin peka dalam menilai kinerja maupun perilaku pejabat. “Saya minta jaga juga persepsi publik. Masyarakat kini lebih peka dan memiliki banyak saluran untuk menilai kinerja bahkan perilaku bapak ibu,” pungkasnya.






