
Mataram (KabarBerita) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTB Syariah (BNTBS), pada Kamis (4/12) malam.
Selain menetapkan jajaran Komisaris baru, dalam RUPS itu juga disepakati perubahan fundamental pada fokus bisnis bank yang kini akan lebih pro-rakyat.
Gubernur Iqbal menyampaikan fokus utama BNTBS ke depan adalah mengalihkan porsi pembiayaan dari sektor konsumtif ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
โKomisaris baru Bank NTBS sudah ditetapkan, dan Sudah mulai berjalan, termasuk rencana bisnis sudah di tetapkan dan fokus lebih banyak ke sektor produktif, terutama UMKM,” ujarnya.
Iqbal juga menyoroti ketidak-seimbangan porsi pembiayaan BNTBS saat ini yang didominasi oleh sektor konsumtif yang mencapai 90 persen, sementara sektor produktif hanya 10 persen.
“Saat ini sektor konsumtifnya 90 persen, hanya 10 persen yang produktif. Dan yang produktif 10 persen ini, 80 persennya konsentrasi di 25 perusahaan, hanya 2 persen dari 10 persen itu yang ke sektor riil,” terangnya.
Dikatakannya juga kondisi ini menjadi alasan kuat untuk perubahan strategi, melalui pola bisnis baru. Sehingga kehadiran BNTBS dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
โItu sebabnya kita ingin ke depan BNTBS itu lebih dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Jadi komitmen direksi tadi malam, akan merubah pola bisnisnya, jadi bisnisnya ke depan lebih banyak ke sektor produktif,โ kata Eks Dubes Indonesia untuk Turki itu.
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan bahwa sektor produktif akan disinergikan untuk mendukung program-program unggulan pemerintah pusat maupun daerah, seperti program Kampung Nelayan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Jadi nantinya ini juga akan sejalan dan mendukung Program Prioritas Pemerintah Pusat,”katanya.
Miq Iqbal juga menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal NTB untuk memimpin BNTBS di masa depan. Ia menargetkan agar putra/putri terbaik NTB bisa mengisi kursi kepemimpinan bank dan perubahan fokus bisnis dan penyiapan kader lokal ini diharapkan dapat menjadikan BNTBS sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di NTB.
“Menyiapkan human capital, karena saya tadi malam telah menyampaikan bahwa anda tidak akan selamanya ada di sini, maksimal 4 tahun, dan setelah itu saya ingin melihat putra/putri NTB sendiri yang akan memimpin NTB,” tandasnya. (Wira)






