Selain Sepeda, Pemkot Mataram Kaji Hidupkan Kembali Bemo Kuning untuk ASN

Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram tidak hanya mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bagi pejabat struktural, tetapi juga mulai mengkaji rencana menghidupkan kembali bemo kuning sebagai kendaraan operasional aparatur sipil negara (ASN). Wacana ini menjadi bagian dari upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan pemerintahan.

‎Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, meminta seluruh pejabat eselon 2, 3, dan 4 mulai mendukung kebijakan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi ke kantor. Meski surat edaran resmi belum diterbitkan, ia menegaskan agar kebiasaan bersepeda sudah mulai diterapkan.

‎”Surat edaran resmi memang belum keluar, tapi saya minta semua pejabat mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kantor,” ujar Mohan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Wali Kota, Senin (6/3).

‎Mohan menjelaskan, kebijakan bersepeda ke kantor ini tidak bersifat permanen dan hanya akan diberlakukan hingga kondisi dinilai membaik. Ia juga menegaskan bahwa kewajiban tersebut hanya berlaku bagi pejabat yang jarak rumahnya ke kantor masih dalam kategori realistis, yakni sekitar lima kilometer.

‎Menurutnya, penerapan kebijakan ini harus benar-benar berdampak pada efisiensi. Ia tidak ingin kebijakan tersebut justru menimbulkan biaya tambahan atau menurunkan produktivitas pegawai.

‎”Naik sepeda yang jaraknya realistis. Saya tidak pernah meminta bapak ibu yang rumahnya jauh untuk naik sepeda. Kalau yang jauh dipaksa, lalu sampai kantor harus makan dua sampai tiga bungkus makanan karena kelelahan, itu sama saja tidak efisien,” jelasnya.

‎Untuk mendukung mobilitas kegiatan di luar kantor, seperti rapat di DPRD atau kegiatan kedinasan lainnya, Pemerintah Kota Mataram berencana menyiapkan kendaraan operasional dengan sistem titik kumpul. Dengan begitu, pegawai dapat berangkat bersama tanpa harus menggunakan kendaraan masing-masing.

‎” Jika ada rapat di Dewan atau rapat diluar kantor nanti kita siapkan kendaraan, berangkat samaan sehingga tidak lagi satu orang satu kendaraan,” ungkapnya.

‎Lebih jauh, Mohan mengungkapkan pihaknya juga memiliki wacana untuk menghidupkan kembali bemo kuning yang pernah menjadi ikon transportasi di Kota Mataram. Rencananya, bemo tersebut akan difungsikan sebagai kendaraan operasional pegawai dengan penyediaan shelter di beberapa kawasan strategis.

‎”Nanti kita siapkan shelter di beberapa kawasan sambil kita bernostalgia bahwa dulu pernah kita naik bemo kuning, tetapi ini masih kita kaji dulu,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, kebijakan bersepeda ke kantor tidak bersifat permanen dan hanya berlaku bagi pejabat yang jarak rumahnya ke kantor relatif dekat, sekitar lima kilometer. Menurutnya, kebijakan tersebut harus benar-benar memberikan dampak efisiensi dan tidak justru menambah beban bagi pegawai.

‎Mohan menambahkan, langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kota Mataram diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk menjaga semangat, soliditas, dan komitmen bersama dalam mendukung kebijakan daerah ke depan.

  • Related Posts

    Disdag Klaim Stok LPG 3 Kg Aman, Pedagang di Mataram Keluhkan Sulit Mendapat Pasokan

    Mataram(KabarBerita) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon di wilayah Kota Mataram masih dalam kondisi aman dan mencukupi…

    Lintas Sektoral Turun Tangan, Usaha Tanpa Izin di Mataram Mulai Disisir

    Mataram(KabarBerita)– Tim lintas sektoral di Kota Mataram kembali turun tangan menyisir sejumlah aktivitas usaha yang diduga belum memenuhi ketentuan perizinan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui Operasi Gabungan dan Kegiatan Rutin Yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Disdag Klaim Stok LPG 3 Kg Aman, Pedagang di Mataram Keluhkan Sulit Mendapat Pasokan

    Disdag Klaim Stok LPG 3 Kg Aman, Pedagang di Mataram Keluhkan Sulit Mendapat Pasokan

    Tiga Hari Terombang-ambing, Dua Wisatawan Lobar Ditemukan Selamat di Pesisir di Perairan Utara Gili Air

    Tiga Hari Terombang-ambing, Dua Wisatawan Lobar Ditemukan Selamat di Pesisir di Perairan Utara Gili Air

    Enam Terdakwa Kasus Korupsi Chromebook di Lotim Dituntut Hingga 8 Tahun Penjara

    Enam Terdakwa Kasus Korupsi Chromebook di Lotim Dituntut Hingga 8 Tahun Penjara

    PWI NTB Gelar Do’a Bersama Kenang Almarhum Zulmansyah Sekedang

    PWI NTB Gelar Do’a Bersama Kenang Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Abdul Hadi Tegaskan Jalan Penghubung Tempos dan Banyu Urip diperbaiki Total, Bukan Tambal Sulam

    Abdul Hadi Tegaskan Jalan Penghubung Tempos dan Banyu Urip diperbaiki Total, Bukan Tambal Sulam

    5.798 CJH NTB Siap Diberangkat Ke Tanah Suci, Jamaah Asal Lotim Jadi Keloter Perdana

    5.798 CJH NTB Siap Diberangkat Ke Tanah Suci, Jamaah Asal Lotim Jadi Keloter Perdana