SMPN 6 Mataram Siap Uji Coba Full Day School Mulai 12 Januari 2026

Mataram(KabarBerita) – SMP Negeri 6 Mataram menyatakan kesiapannya melaksanakan uji coba program Full Day School (FDS) atau lima hari belajar mulai Senin, 12 Januari 2026. Pelaksanaan FDS ini merupakan hasil kesepakatan seluruh dewan guru dan telah disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 6 Mataram, Cahyo Wirawan, mengatakan keputusan tersebut diambil melalui rapat perdana dewan guru pada awal masuk sekolah. “Keputusan memulai FDS pada 12 Januari ini adalah hasil rapat perdana dewan guru pada 5 Januari. Kami sudah sepakat dan siap melaksanakannya,” ujarnya.

‎Dari sisi sarana dan prasarana, pihak sekolah memastikan seluruh fasilitas pendukung telah siap digunakan. “Semua ruang kelas sudah tersedia meja dan kursi, tidak ada siswa yang belajar lesehan. Fasilitas ibadah seperti mushola dan ketersediaan air juga sudah kami siapkan,” kata Cahyo.

‎Untuk mendukung kenyamanan siswa saat pelaksanaan ibadah, sekolah akan menerapkan sistem pengaturan jadwal secara bergiliran. “Jumlah siswa kami sekitar 1.400 orang, sehingga pengaturan shif ibadah akan diatur bersama guru agama dan wali kelas agar berjalan tertib,” jelasnya.

‎Cahyo menambahkan, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi secara intensif kepada orang tua siswa. “Kami sudah menyampaikan rencana uji coba FDS ini melalui surat resmi dan pertemuan daring dengan seluruh orang tua siswa,” ungkapnya.

‎Dalam pertemuan tersebut, sekolah juga menjelaskan pola kegiatan belajar mengajar selama FDS, termasuk penyesuaian jadwal kegiatan nonakademik. “Kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya dilaksanakan sore hari pada hari sekolah akan dipindahkan ke Jumat sore dan hari Sabtu,” katanya.

‎Selain itu, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk kebutuhan siswa selama berada di sekolah seharian. “Jika sebelumnya makanan diantar sebelum pukul 12.00, selama FDS makanan akan diantar setelah pukul 12.00 untuk kebutuhan makan siang siswa,” tutur Cahyo.

‎Menurutnya, proses memasak juga akan disesuaikan dengan jam belajar siswa. “Masaknya dilakukan pada siang hari agar makanan tetap layak dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak selama FDS berlangsung,” tambahnya.

‎Cahyo menegaskan, uji coba FDS akan dievaluasi hingga akhir Januari 2026 untuk melihat berbagai dampak yang muncul. “Dari uji coba ini baru bisa kita lihat kendala dan manfaatnya secara empiris. Sesuai kesepakatan MKKS, selama FDS tidak ada pekerjaan rumah, semua tugas diselesaikan di sekolah,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemprov NTB Klarifikasi Soal Laporan Gubernur Bersifat Pribadi: Bukan Soal Kritik, Tapi Pelanggaran Data Pribadi

    Pemprov NTB Klarifikasi Soal Laporan Gubernur Bersifat Pribadi: Bukan Soal Kritik, Tapi Pelanggaran Data Pribadi

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa