Sri Sultan Hamengku Buwono X: Sosok Raja yang Menjaga Tradisi dan Membawa Perubahan

 

YOGYAKARTA (KabarBerita) – Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang memiliki nama asli Bendara Raden Mas Herjuno Darpito, adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia. Beliau lahir pada 2 April 1946 di Yogyakarta, sebagai putra pertama dari Sultan Hamengku Buwono IX dan Raden Ajeng Kustilah. Di bawah kepemimpinan dan pengaruhnya, Yogyakarta tidak hanya mempertahankan warisan budaya Jawa yang kaya tetapi juga berkembang menjadi salah satu provinsi dengan dinamika modern yang luar biasa.

Sebagai Sultan Kesultanan Yogyakarta, beliau mewarisi tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi dan adat istiadat yang telah berusia berabad-abad. Namun, Sultan Hamengku Buwono X juga dikenal sebagai sosok pembaru yang membawa nilai-nilai modern dalam kepemimpinannya. Sejak dilantik menjadi Sultan pada tahun 1989, beliau menunjukkan visi yang jelas dalam memadukan tradisi dengan kebutuhan masyarakat modern. Hal ini terlihat dari komitmennya dalam mendukung pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan ekonomi di wilayah Yogyakarta.

Salah satu warisan terbesar dari Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah perannya dalam menjaga status istimewa Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa. Sebagai Gubernur DIY, beliau memimpin dengan bijaksana dan tetap mengedepankan kepentingan rakyat. Keberhasilannya dalam memimpin Yogyakarta sering menjadi teladan bagi pemimpin lain di Indonesia. Dalam banyak hal, Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sultan dikenal sebagai daerah yang aman, damai, dan harmonis, meskipun menghadapi berbagai tantangan nasional dan global.

Selain sebagai pemimpin daerah, Sultan Hamengku Buwono X juga merupakan simbol dari keberlanjutan sejarah Indonesia. Beliau adalah penjaga tradisi yang tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan tetapi juga memastikan bahwa budaya Jawa tetap relevan di tengah arus globalisasi. Upacara adat seperti Grebeg Maulud dan Sekaten terus dilaksanakan dengan penuh khidmat di bawah pengawasan beliau. Di sisi lain, Sultan juga mendukung berbagai inovasi, seperti pariwisata berbasis budaya yang mendunia, termasuk pengembangan Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta, dan destinasi wisata lainnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah contoh nyata dari pemimpin yang mampu menyeimbangkan antara tradisi dan modernitas. Dalam berbagai pidatonya, beliau sering menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam membangun bangsa. Sosok beliau yang rendah hati dan visioner telah menjadikannya salah satu figur paling dihormati di Indonesia.

Bagi banyak orang, Sultan bukan hanya seorang raja dalam pengertian tradisional, tetapi juga penjaga moral dan nilai-nilai luhur bangsa. Sosoknya membawa harapan bahwa masa depan Indonesia dapat tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya sekaligus siap menghadapi tantangan global. Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah inspirasi bagi semua generasi, dan warisannya akan terus dikenang sepanjang masa. (Peter F. Gontha)

Related Posts

BKAD NTB Tepis Isu Soal Gaji P3K PW yang Belum Cair dan Anggaran TPP

MATARAM (KabarBerita)-Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB, Nursalim, angkat bicara terkait informasi belum cairnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3K PW) dan anggaran Tambahan Penghasilan…

Jelang Ramadan, Gubernur NTB Tegaskan Intervensi Pasar

MATARAM (KabarBerita)-Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika Bertais, Selasa (10/2/2026), untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Dalam sidak tersebut, Gubernur…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Senjata Politik Ada, Abrasi Tetap Jalan di Tempat: Pemkot Mataram Kurang Niat?

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Drainase hingga Posyandu Dominasi Aspirasi Warga Selaparang Saat Reses Ismul Hidayat

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Ismul Hidayat Dorong Dana Lingkungan Dikelola Langsung Warga, Bukan Proyek Dinas

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Proyek Jalan Alternatif Nuraksa–Batu Bolong Tertahan, Negosiasi Lahan Buntu

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan

‎Gotong Royong Tiga Pilar, Kecamatan Mataram Ajak Warga Peduli Lingkungan