
MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi aman jelang Lebaran 2026 ditengah eskalasi di Timur Tengah masih bersitegang antara Iran vs Israel dan Amerika.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Syamsudin menyampaikan, bahwa Pertamina Patra Niaga NTB telah mempersiapkan skema yang akan digunakan sebagai langkah antisipatif guna menjamin keamanan stok BBM, bisa tercukupi terutama sekali nendekati lebaran tahun ini.
“Jadi Pertamina akan melakukan tiga hal untuk memenuhi pasokan BBM yang pertama melakukan koordinasi lebih intens dengan pihak dalam dan luar negeri, kedua pertamina akan mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, ketiga pertamina menjamin pasokan dalam negeri termasuk NTB untuk mengatasi permasalahn sekarang ini,”terangnya saat ditemui di Kantor Gubernur, kemarin.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa untuk kamis mendatang pemerintah akan melakukan rapat dengan OPD terkait guna mengintegrasikan tugas masing-masing.
“Jadi kamis kami akan rapat dengan Pemerintah Daerah, bagaimana berintegrasi guna memenuhi kesediaan stok, baik itu BBM dan LPG,”ujarnya.
Dikatakannya juga jika terjadi kelangkaan baik BBM ataupun LPG intuk bisa dikomunikasikan dengan pihaknya guna memberikan solusi yang tepat.
“Jadi kalau ada kelangkaan tolong segera dikomunikasikan, dan kalau ada kelangkaan akan segera kita cek, dimanq posisinya,”jelasnya.
Syamsudin juga mengkonfirmasi untuk stik bahan bakar bisa terpenuhi, dengan skema penyediaan secara rolling tiap minggu, guna persediaan stok.
“Ketersediannya seminggu, tapi dia berputar soalnya datang lagi dan tetap dipenuhi karena pasokannya tergantung pemanfaatannya,”paparnya.
Ia juga menjelaskan Terkait eskalasi di timur tengah yang berdampak terhadap distribusi minyak dunia, bahwa ada solusi yang telah dipersiapkan.
“Informasi dari Pertamina tadi, bahwa mereka sudah berkoordinasi dengan negara penyedia minyak tanpa terganggu dengan eskalsi,” imbuhnya. (Wira/red).








