Tolak peleburan DP3AP2KB, Aliansi Perlindungan Anak dan Perempuan Lakukan Aksi

MATARAM (KabarBerita) – Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak melakukan aksi solidaritas menuntut penolakan penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ke Dinas Sosial NTB.

Perwakilan Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak, Ririn Hayu Dianti mengatakan aksi ini dilakukan untuk menolak rencana penggabungan oleh pemerintah provinsi NTB.

“Poin-poin pentingnya itu. Kami bersepakat bahwa DP3AP2KB itu tidak boleh dilebur ke dinas sosial ataupun dinas kesehatan,” tegas Ririn saat diwawancara awak media, Rabu, (30/4) di teras Udayana.

Ririn juga menyayangkan dengan sikap Gubernur yang ingin melebur DP3AP2KB  padahal dalam penyampaiannya Gubernur dengan sangat jelas menegaskan perlindungan anak dan perempuan tidak boleh terhenti hanya pada diskusi dan intervensi saja, tapi dibutuhkan intervensi konkrit.

Ririn secara tegas meminta untuk tetap mempertahankan DP3AP2KB sebagai dinas yang berdiri sendiri. Menurutnya, terkait dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, serta berbagai macam data kekerasan perempuan dan anak yang terlihat di publik, sebenarnya itu fenomena gunung es.

“Jadi dengan berbagai pertimbangan terkait dengan beban kerja, harusnya diperkokoh bukan malah di lebur,” tegas aktivis perempuan NTB itu.

Ia melanjutkan, dengan beban kerja yang berat, seharusnya NTB Makmur Mendunia dapat disongsong dengan lebih baik. Ia meminta agar beban kerja diperkuat dan alokasi anggaran yang cukup.

Dirinya menyayangkan jika perampingan struktur dilakukan dengan alasan efisiensi anggaran.

“Nah, efisiensi ini kan tidak bisa dilihat sebagai upaya untuk mengamputasi nyawa, tubuh, dan mimpi perempuan yang selama ini mengalami tindak kekerasan,” pungkasnya.

Selain itu, Ririn menyampaikan kekhawatiran jika peleburan DP3AP2KB ke Dinas Sosial Provinsi NTB tetap dilakukan, maka hal serupa bisa terjadi di kabupaten/kota.

“Jangan sampai ide peleburan ini akan diikuti oleh kabupaten/kota lain. Misalnya, seperti itu,” ujarnya.

Dalam aksi ini juga di ikuti oleh aliansi dari Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah dan Mahasiswa yang ikut memberikan suaranya.

1000 surat penolakan peleburan
BP3AP2KB  ke  Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan  disampaikan ke Gubernur langsung melalui ojol (ojek online).

Penulis : Wira Surya
Editor    : Dedy Soe

  • Related Posts

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Lampiran : Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tertanggal 30 Desember 2025 #46

    H. Abdul Hadi Minta Pemerintah Siaga di Jalur Rawan Bencana Saat Mudik Lebaran di NTB

    Mataram, (KabarBerita) – Anggota Komisi V DPR RI daerah pemilihan NTB II (Pulau Lombok) H. Abdul Hadi menyoroti sejumlah titik rawan bencana yang perlu mendapat perhatian di momentum arus mudik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

    DP3A Mataram Dukung Aturan Pembatasan Medsos untuk Anak, Siap Gencarkan Sosialisasi

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

    Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp 27,68 Triliun hingga Februari 2026

    Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

    Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

    Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

    Mudik Gratis Pemkot Mataram Antar 250 Perantau Pulang ke Sumbawa

    Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu

    Fraksi PKS DPRD Mataram Berbagi Bingkisan Lebaran untuk PTT dan PPPK Paruh Waktu